Croissant Bertransformasi Jadi Ikon Gaya Hidup Anak Muda

  • 20 Jul 2026 23:47 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Croissant yang dahulu dikenal sebagai pastri klasik asal Prancis kini mengalami transformasi besar di kalangan Generasi Z dan Milenial. Tidak lagi sekadar dinikmati sebagai teman minum kopi, croissant kini hadir dalam berbagai bentuk inovatif yang menarik perhatian pecinta kuliner sekaligus pengguna media sosial. Perpaduan rasa, bentuk, dan tampilan yang estetik membuat croissant menjadi salah satu makanan yang sedang populer di berbagai kafe dan bakery modern.

Salah satu tren yang paling diminati adalah hybrid pastry, yaitu perpaduan croissant dengan jenis makanan lain. Inovasi seperti croffle, yang menggabungkan adonan croissant dengan bentuk waffle, masih menjadi camilan favorit saat nongkrong. Selain itu, ada cruffin, perpaduan croissant dan muffin yang diisi krim manis seperti vanila, cokelat, atau lemon curd. Tak kalah menarik, croissant cube dan flat croissant juga banyak diburu karena bentuknya yang unik serta tampilannya yang menggugah selera.

Tak hanya bentuknya yang beragam, variasi isiannya juga semakin kreatif. Tren croissant bomb atau cromboloni menjadi salah satu yang paling viral karena menawarkan sensasi krim lumer yang melimpah saat dipotong. Berbagai rasa juga terus bermunculan, mulai dari matcha, yuzu, tiramisu, salted egg, hingga perpaduan rasa pedas dan manis atau yang dikenal dengan istilah swicy, sehingga memberikan pengalaman baru bagi para penikmat kuliner.

Popularitas croissant di kalangan anak muda tidak lepas dari pengaruh media sosial. Banyak orang tertarik mencicipi menu-menu terbaru setelah melihat tampilannya di TikTok, Instagram, atau platform digital lainnya. Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) membuat banyak orang ingin ikut mencoba makanan yang sedang viral agar tidak ketinggalan tren yang ramai diperbincangkan.

Selain menjadi sajian kuliner, croissant kini juga dianggap sebagai bagian dari gaya hidup modern. Menikmati croissant di kafe atau bakery dengan konsep estetik menjadi pengalaman yang tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menjadi momen untuk bersantai, berkumpul bersama teman, hingga mengabadikan foto yang menarik untuk dibagikan di media sosial. Hal inilah yang membuat croissant semakin identik dengan budaya nongkrong anak muda masa kini.

Melalui berbagai inovasi yang terus berkembang, croissant membuktikan bahwa makanan klasik pun dapat beradaptasi mengikuti tren zaman. Perpaduan kreativitas, cita rasa, dan tampilan visual yang menarik menjadikan pastri ini tetap relevan dan semakin digemari oleh generasi muda sebagai bagian dari gaya hidup kuliner yang dinamis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....