Asal Mula Bareh Randang di Minangkabau Sumatra Barat
- 14 Jul 2026 07:47 WIB
- Padang
Mendengar sekilas namanya, mungkin orang akan mengira kudapan yang satu ini adalah rendang. Namun begitu melihat wujudnya, ternyata jauh dari perkiraan. Panganan ini ternyata sama sekali berbeda dengan yang dibayangkan. Alih-alih memiliki rasa seperti rendang, bareh randang ternyata memiliki citarasa manis dan wujudnya pun sama sekali tidak mirip dengan rendang padang.
Secara etimologi, penamaan bareh rendang mengacu pada bahan pokok dan proses pembuatannya. Bareh dalam bahasa Minangkabau memiliki makna beras, sedangkan randang dapat diartikan proses menyangrai. Jadi secara harfiah, bareh randang dapat diartikan sebagai olahan berbahan dasar beras yang disangrai bersamaan dengan rempah dan bumbu.
- Proses Pembuatan: Beras (seringkali beras ketan) disangrai tanpa minyak hingga kering, kemudian dihaluskan menjadi tepung dan dimasak bersama lelehan gula merah atau gula pasir dan santan kental hingga membentuk adonan kalis. Adonan ini kemudian dipadatkan, dipotong-potong, dan disajikan.
- Fungsi Adat: Bareh randang tidak sekadar makanan ringan untuk teman minum kopi, tetapi memiliki kedudukan penting dalam adat Minang. Makanan ini wajib hadir dalam prosesi manjapuik marapulai (menjemput pengantin pria) dan menjadi salah satu hidangan saat para ninik mamak (pemuka adat) berkumpul.
- Simbol Kebersamaan: Teksturnya yang lengket dan manis melambangkan eratnya persaudaraan, kebersamaan, dan keharmonisan antarkerabat dalam sebuah kaum atau keluarga di Minangkabau.
- Resep dan cara membuat Bareh Randang di rumah
- Varian oleh-oleh khas Payakumbuh lainnya
- Cerita di balik makanan adat Minangkabau lainnya
Meski kini lebih dikenal sebagai oleh-oleh khas Darek (meliputi Payakumbuh, Lima Puluh Kota, Agam, dan Tanah Datar), sebenarnya bareh randang juga memiliki fungsi khusus dalam suatu prosesi adat, terutama pernikahan.Bareh randang biasa disajikan dalam prosesi adat manjapuik marapulai, yaitu menjemput mempelai laki-laki untuk dibawa ke rumah sang gadis. Bareh randang juga disajikan saat para ninik mamak (sesepuh kaum) berkumpul dalam suatu pertemuan adat.
Jika anda berkunjung ke payakumbuh, Sumatra Barat jangan lupa untuk membeli oleh oleh bareh randang ini. Bareh randang (beras rendang) memiliki tekstur yang sedikit lembek, berwarna putih dan berbentuk
potongan kecil. Rasanya yang manis dan legit membuat kita untuk mencoba dan mencoba, apalagi untuk oleh oleh atau sebagai buah tangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....