Dari Djamoe hingga UNESCO: Perjalanan Jamu Diakui Warisan Budaya Takbenda
- 27 Mei 2026 20:15 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Setiap tahun pada tanggal 27 Mei diperingati sebagai Hari Jamu Nasional di Indonesia. Merujuk situs Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, peringatan ini bertujuan untuk mengangkat kembali eksistensi jamu di Indonesia.
Berdasarkan catatan WBTb Kemdikbud, jamu adalah produk sejarah bangsa Indonesia khususnya berasal dari tanah Jawa. Jamu merupakan warisan budaya bangsa Indonesia berupa ramuan bahan tumbuhan obat.
Jamu sudah digunakan secara turun temurun yang terbukti aman dan mempunyai manfaat bagi kesehatan. Secara 'empiris' jamu telah tumbuh dan berkembang secara 'turun temurun' sebagai cara perawatan kesehatan di lingkungan keluarga dan kelompok masyarakat. Hal itu dengan menggunakan bahan-bahan tanaman yang tumbuh di sekitar yang cara pemanfaatannya sesuai dengan kearifan lokal masyarakat setempat.
Tak hanya itu, jamu sebagai salah satu minuman tradisional Indonesia, diajukan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) ke UNESCO pada 7 April 2022 lalu. Pengajuan jamu ke UNESCO diklaim telah dilakukan sesuai dengan standar dan kaidah yang telah ditetapkan oleh UNESCO.
Adapun proses riset dilakukan oleh Tim Riset Jamupedia, sebuah lembaga riset dan pengarsipan budaya sehat Jamu, sejak bulan Juni 2021. Riset yang melibatkan ratusan pelaku langsung budaya sehat jamu itu terdiri dari para perajin jamu, penjual jamu gendong, hingga konsumen jamu yang ada di empat provinsi di Indonesia yakni Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, dan DKI Jakarta.
Budaya Sehat Jamu secara resmi diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) dunia. Penetapan bersejarah ini diputuskan dalam Sidang Komite Antar pemerintah untuk Perlindungan Warisan Budaya Takbenda di Kasane, Botswana, pada 6 Desember 2023.
Jamu menjadi warisan budaya takbenda Indonesia ke-13 yang masuk dalam daftar prestisius tersebut. UNESCO menetapkan jamu bukan hanya sebagai produk minuman herbal, melainkan sebagai sebuah ekosistem budaya kesehatan yang komprehensif. Beberapa alasan utamanya adalah sebagai berikut:
Pengetahuan Tradisional
Jamu mencakup metode pengobatan kuno yang memanfaatkan kekayaan hayati untuk menjaga keseimbangan unsur tubuh.
Koneksi dengan Alam
Praktik ini mengajarkan hubungan harmonis antara manusia dan alam sekitar.
Keberlanjutan (SDGs)
Budaya sehat jamu dinilai sangat selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan global.
Ikatan Sosial
Tradisi meracik, mendistribusikan, dan mengonsumsi jamu mempererat hubungan komunitas lintas generasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....