Kebiasaan Menunda Tidur dan Dampaknya untuk Kesehatan Pekerja

  • 16 Jul 2026 21:25 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Ranai - Banyak pekerja memanfaatkan malam hari sebagai satu-satunya waktu untuk menikmati aktivitas pribadi setelah seharian disibukkan dengan pekerjaan. Waktu yang seharusnya digunakan untuk beristirahat justru dihabiskan untuk menonton film, bermain gawai, berselancar di media sosial, atau menyelesaikan hobi yang tertunda.

Kebiasaan tersebut dikenal dengan istilah revenge bedtime procrastination, yaitu tindakan menunda waktu tidur secara sadar sebagai bentuk balas dendam karena merasa kehilangan waktu untuk diri sendiri sepanjang hari. Meski terasa menyenangkan sesaat, kebiasaan ini dapat mengurangi durasi tidur dan berdampak buruk terhadap kesehatan maupun produktivitas kerja.

Melansir dari unggahan Instagram @prodia_ohi, kurang tidur membuat tubuh tidak mendapatkan waktu yang cukup untuk memulihkan energi. Akibatnya, pekerja akan lebih mudah merasa lelah, mengantuk sepanjang hari, serta mengalami penurunan konsentrasi yang dapat mengganggu aktivitas dan kualitas pekerjaan.

Selain itu, kurang tidur juga memengaruhi kemampuan seseorang dalam mengambil keputusan. Kondisi ini dapat membuat pekerja lebih mudah melakukan kesalahan, sulit berkonsentrasi, hingga mengalami perubahan suasana hati yang menyebabkan mudah marah atau tersinggung.

Dalam jangka panjang, kebiasaan menunda tidur berpotensi meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis. Kurang tidur dikaitkan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung, diabetes, obesitas, serta gangguan kesehatan lain yang dapat menurunkan kualitas hidup.

Sebaliknya, tidur yang cukup setiap malam memberikan banyak manfaat bagi tubuh. Tidur berkualitas membantu memulihkan energi, meningkatkan daya ingat dan konsentrasi, menjaga kestabilan suasana hati, memperkuat sistem kekebalan tubuh, menyeimbangkan hormon, serta menurunkan risiko berbagai penyakit kronis.

Untuk mendapatkan tidur yang berkualitas, pekerja dianjurkan menetapkan jadwal tidur dan bangun secara konsisten setiap hari. Selain itu, batasi penggunaan gadget setidaknya 30 menit sebelum tidur, luangkan waktu untuk me time pada siang atau sore hari, hindari konsumsi kafein dan makanan berat menjelang tidur, serta ciptakan suasana kamar yang nyaman, tenang, dan gelap agar tubuh lebih mudah beristirahat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....