Suami dan Keluarga Berperan Penting Dukung Keberhasilan Menyusui

  • 16 Jul 2026 20:55 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Keberhasilan pemberian Air Susu Ibu (ASI) tidak hanya bergantung pada ibu, tetapi juga dipengaruhi oleh dukungan suami dan lingkungan keluarga. Kondisi psikologis ibu yang terjaga menjadi salah satu faktor utama kelancaran proses menyusui.

Menurut dr. Yolanda Elisabeth, WHO Certified Lactation Counselor, produksi dan pengeluaran ASI diatur oleh dua hormon utama, yakni prolaktin dan oksitosin. Hormon oksitosin yang berperan dalam mengeluarkan ASI sangat dipengaruhi kondisi emosional ibu.

“Musuh terbesar dari kelancaran ASI adalah stres. Oleh karena itu, secara medis tidak ada istilah ‘ASI kurang’ jika tekniknya benar dan ibunya mendapatkan dukungan yang cukup untuk menjaga kesehatan mentalnya,” ujarnya saat menjadi narasumber dalam program Zona Edukasi di RRI Labuan Bajo, Selasa 14 Juli 2026.

Ia menjelaskan, ketika ibu mengalami kelelahan, kecemasan, atau stres, refleks oksitosin dapat terhambat sehingga ASI sulit keluar meskipun produksinya sebenarnya mencukupi.

Karena itu, dr. Yolanda menekankan pentingnya keterlibatan suami sebagai bagian dari sistem pendukung ibu menyusui. Bentuk dukungan yang dapat diberikan antara lain membantu pekerjaan rumah tangga, bergantian merawat bayi agar ibu memiliki waktu beristirahat, memberikan dukungan emosional dengan mendengarkan keluh kesah ibu, serta melindungi ibu dari komentar negatif maupun mitos yang dapat menurunkan rasa percaya diri.

Selain dukungan moral, keluarga juga diharapkan mendampingi ibu memperoleh edukasi yang benar sejak masa kehamilan. Edukasi tersebut mencakup pentingnya Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dalam satu jam pertama setelah persalinan, serta memahami posisi dan perlekatan bayi yang tepat agar proses menyusui berjalan nyaman.

Bagi ibu yang bekerja, lanjutnya, keluarga juga dapat berperan dalam membantu pengelolaan ASI perah (ASIP), termasuk memahami cara penyimpanan yang benar agar kualitas ASI tetap terjaga.

“Menyusui itu adalah proses yang melibatkan dukungan lingkungan, edukasi yang tepat, dan kasih sayang. Ketika ibu merasa bahagia, didukung, dan dicintai oleh suaminya, maka proses menyusui eksklusif hingga dua tahun akan terasa jauh lebih mudah,” kata dr. Yolanda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....