Peneliti Unand Ciptakan Tepung Bengkuang Potensial Cegah Diabetes
- 16 Jul 2026 06:21 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Universitas Andalas (Unand) melalui tim peneliti Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) mengembangkan inovasi pangan fungsional berupa Modified Jicama Flour (MOJAF) atau tepung bengkuang termodifikasi. Inovasi tersebut berpotensi membantu pengendalian diabetes melitus dan menjadi alternatif pangan sehat bagi masyarakat.
Penelitian ini dipimpin Dr. Putra Santoso bersama Dr. Rita Maliza dan Meisya Syifa Putri Ihsani dari Departemen Biologi FMIPA Unand. Riset tersebut juga melibatkan Chayon Goswami, Ph.D. dari Bangladesh Agricultural University sebagai mitra kolaborasi internasional.
Putra Santoso mengatakan, diabetes melitus masih menjadi tantangan kesehatan yang terus meningkat di Indonesia maupun dunia. Menurutnya, kondisi tersebut mendorong pengembangan pangan fungsional sebagai pendamping upaya pengendalian diabetes selain penggunaan obat-obatan.
"Kami mengembangkan Modified Jicama Flour atau MOJAF melalui proses fermentasi menggunakan bakteri asam laktat yang dipadukan dengan teknik pemanasan dan pendinginan berulang. Metode ini menghasilkan tepung bengkuang dengan karakteristik yang lebih baik dibandingkan tepung bengkuang biasa," ucapnya, Rabu, 15 Juli 2026.
Putra menyampaikan hasil penelitian menunjukkan MOJAF memiliki warna lebih cerah, kandungan pati dan amilosa yang meningkat, serta kadar gula pereduksi yang turun lebih dari 60 persen. Tepung tersebut juga mampu mendukung pertumbuhan bakteri baik Lactobacillus plantarum yang berperan menjaga kesehatan saluran pencernaan, meningkatkan sensitivitas insulin, dan membantu mengurangi peradangan.
"Pada pengujian laboratorium menggunakan hewan model diabetes, pemberian MOJAF selama empat minggu mampu menurunkan kadar gula darah puasa hingga mendekati normal serta memperbaiki profil lemak darah. Namun, penelitian ini masih berada pada tahap laboratorium sehingga diperlukan uji klinis untuk memastikan keamanan, dosis, dan efektivitasnya pada manusia," ujarnya.
Putra menyebutkan penelitian yang didanai Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam Program EQUITY tersebut diharapkan dapat menghasilkan produk pangan fungsional unggulan Indonesia. Apabila hasil uji lanjutan membuktikan manfaatnya pada manusia, MOJAF berpeluang menjadi inovasi pangan lokal yang mendukung pengendalian diabetes sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas bengkuang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....