Waspada Terlalu Banyak Mengonsumsi Makanan Bertepung atau Mengandung Gluten

  • 13 Jul 2026 12:14 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Makanan bertepung seperti roti, mi, kue, biskuit, dan aneka olahan gandum menjadi bagian dari pola makan masyarakat sehari-hari. Sebagian besar makanan tersebut juga mengandung gluten, yaitu protein alami yang terdapat pada gandum, jelai (barley), dan gandum hitam (rye). Meski aman bagi kebanyakan orang, konsumsi berlebihan tetap perlu dihindari sebagai bagian dari pola makan yang seimbang.

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pola makan sehat menekankan pentingnya variasi sumber pangan dan pembatasan konsumsi makanan olahan yang tinggi kalori, gula, garam, maupun lemak. Mengonsumsi satu jenis makanan secara berlebihan dapat menyebabkan ketidakseimbangan asupan gizi.

Jika terlalu banyak mengonsumsi makanan bertepung yang telah melalui proses pengolahan, terutama yang rendah serat, kadar gula darah dapat meningkat lebih cepat. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan apabila tidak diimbangi dengan aktivitas fisik dan pola makan yang sehat.

Selain itu, makanan berbahan tepung olahan umumnya memberikan rasa kenyang yang tidak bertahan lama. Akibatnya, seseorang cenderung lebih cepat lapar dan terdorong untuk makan dalam porsi yang lebih besar sepanjang hari.

Bagi sebagian orang, konsumsi makanan yang mengandung gluten juga dapat menimbulkan keluhan tertentu. Namun, kondisi ini umumnya terjadi pada individu dengan Penyakit Celiac, alergi gandum, atau sensitivitas gluten non-celiac. Pada kelompok tersebut, gluten dapat memicu gangguan pencernaan, peradangan usus, atau gejala lainnya sehingga memerlukan penanganan medis dan pengaturan pola makan khusus.

Menurut World Health Organization, tidak ada bukti bahwa gluten berbahaya bagi orang yang tidak memiliki gangguan terkait gluten. Oleh karena itu, menghindari gluten tanpa indikasi medis tidak secara otomatis membuat seseorang lebih sehat.

Agar kebutuhan gizi tetap seimbang, masyarakat dianjurkan mengombinasikan sumber karbohidrat dengan protein, sayuran, buah, dan lemak sehat. Memilih produk gandum utuh (whole grain) juga dapat menjadi pilihan yang lebih baik karena mengandung lebih banyak serat, vitamin, dan mineral dibandingkan tepung yang telah dimurnikan.

Selain memperhatikan jenis makanan, cara pengolahan juga berpengaruh terhadap kesehatan. Makanan bertepung yang digoreng atau ditambahkan gula dan mentega dalam jumlah berlebihan tentu memiliki kandungan kalori yang lebih tinggi dibandingkan yang dikukus atau dipanggang.

Dengan memahami perbedaan antara makanan bertepung dan gluten, masyarakat dapat membuat pilihan yang lebih tepat. Selama dikonsumsi dalam jumlah yang wajar dan sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang, makanan bertepung maupun yang mengandung gluten tetap dapat menjadi sumber energi yang baik bagi sebagian besar orang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....