Dokter Tekankan Pentingnya Gaya Hidup Sehat Cegah Penyakit Stroke
- 09 Jul 2026 13:10 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Stroke masih menjadi salah satu penyebab utama kecacatan hingga kematian di Indonesia. Namun, kabar baiknya, sebagian besar kasus stroke sebenarnya dapat dicegah melalui perubahan gaya hidup dan pengendalian faktor risiko sejak dini.
Hal tersebut disampaikan Dr. dr. Achdiat Agoes, Sp.S. dalam dialog bersama RRI di Pro 4 RRI Malang, Senin (6/7/2026). Menurutnya, hasil berbagai riset dan data epidemiologi medis menunjukkan bahwa sekitar 80 persen kasus stroke berkaitan erat dengan pola hidup seseorang.
"Riset dan data epidemiologi medis menunjukkan bahwa sekitar 80 persen kasus stroke sebenarnya dapat dicegah karena polanya sangat berkaitan erat dengan kontrol gaya hidup sehari-hari dan pengelolaan penyakit penyerta," ujar Wakil Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang periode 2017–2020.
Achdiat menjelaskan, stroke terjadi secara mendadak ketika aliran darah menuju otak terganggu. Padahal, otak membutuhkan pasokan darah yang sangat vital, yakni sekitar satu liter per menit, agar seluruh sel saraf dapat berfungsi secara optimal.
Gangguan aliran darah tersebut dapat disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah yang dikenal sebagai stroke iskemik maupun pecahnya pembuluh darah atau stroke hemoragik. Kondisi tersebut menyebabkan jaringan otak kekurangan oksigen dan nutrisi sehingga sel-sel otak dapat mengalami kerusakan hanya dalam hitungan menit.
Untuk mengurangi risiko tersebut, Anggota Dewan Pakar Gerakan Bela Negara Membangun Indonesia (GBNMI) ini juga mengingatkan masyarakat agar mengendalikan tekanan darah sebagai langkah utama pencegahan stroke. Hipertensi menjadi faktor risiko terbesar karena tekanan darah yang tinggi secara terus-menerus dapat merusak pembuluh darah otak.
"Tekanan darah yang terlalu tinggi secara kronis lambat laun akan membuat pembuluh darah otak mengeras, menyempit, atau bahkan pecah akibat tekanan yang terlalu besar," jelasnya.
Selain menjaga tekanan darah, masyarakat juga dianjurkan menerapkan pola makan sehat. Mengurangi konsumsi garam, makanan tinggi lemak jenuh, dan gorengan dapat membantu mencegah terbentuknya plak pada pembuluh darah. Sebaliknya, konsumsi sayur, buah, dan makanan berserat tinggi perlu diperbanyak sebagai bagian dari pola makan sehari-hari.
Aktivitas fisik secara rutin juga menjadi salah satu cara efektif untuk menjaga kesehatan pembuluh darah dan jantung. Achdiat menyarankan masyarakat meluangkan waktu sekitar 30 menit setiap hari untuk berolahraga, seperti berjalan cepat, berenang, atau bersepeda.
"Olahraga teratur membantu menjaga elastisitas dinding pembuluh darah dan mengoptimalkan efisiensi kerja jantung sehingga aliran darah menuju otak tetap terjaga," katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menghindari kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol. Kandungan zat kimia dalam rokok diketahui dapat merusak lapisan pembuluh darah, mempercepat penyumbatan, sekaligus meningkatkan risiko terbentuknya bekuan darah yang dapat memicu stroke.
Di samping itu, masyarakat yang memiliki diabetes melitus maupun kadar kolesterol tinggi diminta untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan dan mengendalikan penyakitnya. Kadar gula darah dan kolesterol yang tidak terkontrol dapat merusak struktur pembuluh darah secara perlahan sehingga meningkatkan risiko stroke.
Tak kalah penting, Achdiat menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental dengan mengelola stres dan memenuhi kebutuhan istirahat. Menurutnya, stres yang berlangsung terus-menerus dapat memicu peningkatan hormon kortisol dan adrenalin sehingga tekanan darah meningkat secara tiba-tiba.
"Stres kronis yang tidak terkelola dengan baik memicu pelepasan hormon kortisol dan adrenalin secara berlebihan, yang secara drastis dapat menaikkan tekanan darah secara mendadak," ungkapnya.
Achdiat menegaskan bahwa upaya mencegah stroke bukan hanya dilakukan ketika seseorang telah mengalami gangguan kesehatan, tetapi harus menjadi kebiasaan sejak usia muda.
"Menjaga kesehatan sistem saraf otak bukan sekadar tentang mengobati saat musibah stroke itu telah datang, melainkan bagaimana kita dengan disiplin merawat sistem sirkulasi darah yang luar biasa ini sejak dini agar pasokan vital sekitar satu liter darah per menit tetap mengalir lancar tanpa hambatan demi kelangsungan hidup sel-sel otak kita," tuturnya.
Ia berharap masyarakat semakin menyadari bahwa menjaga kesehatan merupakan investasi jangka panjang. Dengan menerapkan pola hidup sehat, mengendalikan faktor risiko, serta rutin memeriksakan kondisi kesehatan, peluang terjadinya stroke dapat ditekan secara signifikan sehingga kualitas hidup tetap terjaga hingga usia lanjut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....