Psikolog Tekankan Pentingnya Waktu Berkualitas Orang Tua Bersama Anak Setiap Har

  • 08 Jul 2026 09:06 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Kesibukan bekerja kerap membuat banyak orang tua merasa bersalah karena tidak dapat menghabiskan banyak waktu bersama anak. Padahal, lamanya kebersamaan bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan kualitas hubungan antara orang tua dan anak. Yang lebih penting adalah bagaimana orang tua memanfaatkan waktu yang tersedia dengan penuh perhatian dan dilakukan secara konsisten.

Hal tersebut disampaikan oleh Psikolog Imelda Prista Liona, M.Psi. dalam program Obrolan Psikologi di RRI Malang, Selasa (7/7/2026). Menurutnya, orang tua yang sama-sama bekerja tidak perlu merasa bersalah apabila memiliki waktu terbatas bersama anak. Selama waktu tersebut dimanfaatkan dengan baik, kebutuhan emosional anak tetap dapat terpenuhi.

Imelda menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penelitian, anak tidak selalu membutuhkan kebersamaan dengan orang tua selama 24 jam setiap hari. Sebaliknya, sekitar 15 menit interaksi berkualitas atau mindful setiap hari sudah mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan emosional anak. Interaksi tersebut membantu anak merasa diperhatikan, dihargai, dan memiliki kedekatan yang kuat dengan orang tuanya.

Ia menekankan bahwa selama momen tersebut, orang tua sebaiknya menghindari berbagai gangguan, seperti bermain telepon genggam, menonton televisi, atau tetap menyelesaikan pekerjaan. Seluruh perhatian diarahkan kepada anak melalui aktivitas yang mereka sukai, seperti bermain bersama, membaca buku, menggambar, bercerita, atau sekadar mengobrol mengenai kegiatan yang telah mereka lakukan sepanjang hari.

Menurut Imelda, kualitas interaksi jauh lebih penting dibandingkan kuantitas waktu yang dihabiskan bersama. Anak akan lebih merasakan kehadiran orang tua ketika mendapatkan perhatian penuh tanpa adanya distraksi dari perangkat digital maupun aktivitas lainnya.

Selain itu, ia menyarankan agar waktu berkualitas tersebut dilakukan secara konsisten pada jam yang sama setiap hari. Rutinitas sederhana ini akan memberikan rasa aman dan kepastian bagi anak karena mereka mengetahui kapan dapat menikmati kebersamaan dengan orang tua. Seiring waktu, momen tersebut akan menjadi kegiatan yang selalu dinanti dan mampu mempererat hubungan emosional di dalam keluarga.

Imelda juga mengingatkan pentingnya mengenali minat, hobi, dan dunia anak. Dengan memahami apa yang disukai anak, orang tua akan lebih mudah membangun komunikasi yang hangat dan menyenangkan. Pendekatan tersebut membuat anak merasa diterima sehingga lebih nyaman untuk bercerita, menyampaikan perasaan, maupun berbagi pengalaman yang mereka alami sehari-hari.

Menurutnya, hubungan yang dibangun melalui komunikasi yang hangat dan waktu berkualitas secara konsisten akan membantu menciptakan ikatan emosional yang kuat antara orang tua dan anak. Ikatan tersebut menjadi bekal penting bagi tumbuh kembang anak, sekaligus membangun rasa percaya sehingga anak tidak ragu menjadikan orang tua sebagai tempat pertama untuk berbagi ketika menghadapi berbagai persoalan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....