Wamenkes Ingatkan, Obesitas adalah Pintu Masuk Diabetes dan Penyakit Mematikan
- 08 Jul 2026 21:01 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Obesitas bukan lagi sekadar persoalan penampilan atau berat badan berlebih. Kondisi ini kini diakui sebagai penyakit kronis yang dapat menjadi pintu masuk berbagai penyakit serius, termasuk diabetes melitus tipe 2, hipertensi, penyakit jantung, hingga gagal ginjal. Karena itu, masyarakat diimbau untuk mengubah cara pandang terhadap obesitas dan mulai memberikan perhatian lebih terhadap upaya pencegahan maupun penanganannya.
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Dante Saksono Harbuwono, menegaskan obesitas merupakan pintu utama berbagai komplikasi penyakit yang dapat mengancam jiwa. "Dengan menurunkan angka obesitas, Indonesia juga dapat menekan angka kasus diabetes, hipertensi, serta penyakit kardiovaskular yang selama ini menjadi penyebab kematian terbanyak akibat penyakit tidak menular," katanya, dikutip Rabu 8 Juli 2026. Pernyataan tersebut disampaikan dalam peluncuran inovasi medis terbaru di Jakarta pada awal Juli 2026.
Kementerian Kesehatan juga mengungkapkan, berdasarkan data Program Cek Kesehatan Gratis, obesitas secara konsisten masuk dalam lima besar masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Fakta tersebut menunjukkan bahwa kelebihan berat badan telah menjadi persoalan kesehatan masyarakat yang perlu ditangani secara komprehensif, bukan sekadar melalui diet sesaat, melainkan dengan perubahan gaya hidup dan tata laksana medis yang tepat.
Obesitas meningkatkan risiko terjadinya resistensi insulin, yaitu kondisi ketika tubuh tidak lagi mampu menggunakan hormon insulin secara efektif. Akibatnya, kadar gula darah terus meningkat hingga berkembang menjadi diabetes melitus tipe 2. Selain itu, penderita obesitas juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, perlemakan hati, stroke, serta gangguan fungsi ginjal apabila kondisi tersebut tidak segera dikendalikan.
Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa obesitas masih dapat dicegah melalui penerapan pola hidup sehat. Masyarakat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang, membatasi asupan gula, garam, dan lemak, memperbanyak konsumsi buah serta sayuran, rutin berolahraga sedikitnya 150 menit setiap minggu, serta menghindari kebiasaan duduk terlalu lama. Langkah sederhana tersebut terbukti mampu menurunkan risiko obesitas sekaligus mencegah munculnya diabetes dan penyakit kronis lainnya.
Wamenkes juga mengakui bahwa menjaga berat badan ideal bukan perkara mudah. Berbagai penelitian menunjukkan tingkat keberhasilan diet mandiri dalam jangka panjang masih relatif rendah. "Oleh karena itu, penanganan obesitas memerlukan pendekatan yang menyeluruh, mulai dari edukasi, perubahan perilaku, pendampingan tenaga kesehatan, hingga terapi medis bagi pasien yang memenuhi indikasi klinis," kata Dante. Namun demikian, perubahan gaya hidup tetap menjadi fondasi utama dalam pencegahan dan pengendalian obesitas.
Kesadaran masyarakat untuk menjaga berat badan ideal perlu terus ditingkatkan karena obesitas merupakan faktor risiko yang dapat dicegah. Semakin dini seseorang menerapkan pola hidup sehat, semakin besar peluang terhindar dari diabetes maupun komplikasi penyakit mematikan lainnya. Pemeriksaan kesehatan secara berkala, termasuk pengukuran indeks massa tubuh, lingkar perut, dan kadar gula darah, juga menjadi langkah penting agar risiko penyakit dapat dideteksi sejak dini sehingga penanganannya lebih efektif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....