Menuju Indonesia Emas 2045 Dimulai dari Keluarga Berkualitas

  • 06 Jul 2026 06:22 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Momentum peringatan Hari Kependudukan Dunia yang diperingati setiap 11 Juli menjadi pengingat bahwa pembangunan kependudukan tidak hanya berbicara tentang pertumbuhan jumlah penduduk, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia. Hal tersebut mengemuka dalam dialog Indonesia Sehat Pro 1 RRI Samarinda bersama Ketua Koalisi Kependudukan Indonesia (KKI) Provinsi Kalimantan Timur, Siswanto, S.KM., M.Kes, yang mengangkat tema "Penduduk Berkualitas, Generasi Berkualitas: Peran Bersama Menuju Indonesia Emas 2045."

Menurut Siswanto, Indonesia saat ini berada pada momentum penting karena memiliki bonus demografi, yakni kondisi ketika jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan usia nonproduktif. Peluang tersebut akan menjadi modal besar bagi kemajuan bangsa apabila diiringi dengan peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, serta pembangunan keluarga yang kuat. Terlebih bagi Kalimantan Timur yang kini menjadi lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN), kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor yang sangat menentukan.

Ia menjelaskan bahwa isu kependudukan merupakan persoalan global yang dihadapi hampir seluruh negara. Karena itu, pembangunan kependudukan harus difokuskan tidak hanya pada pengendalian jumlah penduduk, tetapi juga pada peningkatan kualitas masyarakat agar mampu berkontribusi dalam pembangunan nasional. Indonesia, yang kini memiliki jumlah penduduk sekitar 287 juta jiwa berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik tahun 2026, membutuhkan strategi pembangunan yang mampu menjawab tantangan tersebut.

Meski demikian, Siswanto menilai pemerataan kualitas sumber daya manusia masih menjadi pekerjaan rumah besar. Perbedaan akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga kesempatan kerja antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil masih cukup lebar. Kondisi tersebut menyebabkan kualitas penduduk belum berkembang secara merata, terutama di kawasan pedalaman dan wilayah tertinggal.

"Permasalahan kependudukan bukan hanya soal jumlah penduduk, tetapi juga kualitasnya. Bonus demografi hanya akan menjadi keuntungan apabila kita mampu menyiapkan penduduk yang sehat, berpendidikan, dan produktif," ujar Siswanto.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan pemerataan kualitas penduduk. Akses jalan, layanan kesehatan, jaringan komunikasi, hingga fasilitas pendidikan di daerah terpencil perlu terus diperkuat agar masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Ia mencontohkan masih adanya wilayah di Kalimantan Timur yang mengalami keterbatasan akses layanan dasar sehingga membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.

Selain pembangunan fisik, Siswanto menekankan pentingnya membangun keluarga berkualitas sebagai fondasi utama menciptakan generasi unggul. Ia bahkan mengusulkan adanya program pendidikan bagi para orang tua agar memiliki pemahaman yang sama dalam mendidik anak. Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama yang membentuk karakter, kesehatan, dan kemampuan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.

"Kalau ingin menciptakan penduduk yang berkualitas, kita harus mulai dari keluarga yang berkualitas. Orang tua perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan dalam mendidik anak, karena dari keluargalah lahir generasi yang akan menentukan masa depan Indonesia," katanya.

Siswanto juga mengingatkan bahwa pembangunan menuju Indonesia Emas 2045 memerlukan kebijakan yang bersifat menyeluruh. Setiap pembangunan, termasuk pembangunan IKN, harus mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi, kesehatan, lingkungan, hingga pemerataan penduduk. Menurutnya, kebijakan yang tepat sasaran akan mampu meminimalkan berbagai dampak negatif sekaligus mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Melalui peringatan Hari Kependudukan Dunia, masyarakat diajak untuk melihat bahwa keberhasilan Indonesia Emas 2045 tidak hanya bergantung pada besarnya jumlah penduduk usia produktif, tetapi juga pada kualitas manusianya. Kolaborasi pemerintah, dunia pendidikan, keluarga, serta seluruh elemen masyarakat menjadi kunci untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....