Jus yang Sebaiknya Dihindari Penderita Asam Lambung

  • 27 Jun 2026 05:04 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID,Natuna- Penderita asam lambung atau gerd perlu lebih selektif dalam memilih minuman, termasuk jus buah. Meski kaya vitamin dan mineral, tidak semua jenis jus aman dikonsumsi karena sebagian buah memiliki tingkat keasaman tinggi yang dapat memicu naiknya asam lambung, Kondisi ini dapat menyebabkan keluhan seperti nyeri ulu hati, sensasi terbakar di dada (heartburn), hingga rasa asam di mulut.

Dari laman alodokter, jus dari buah yang memiliki kadar asam tinggi sebaiknya dibatasi atau dihindari oleh penderita asam lambung, Salah satunya adalah jus jeruk. Kandungan asam sitrat pada jeruk dapat mengiritasi kerongkongan yang sudah sensitif akibat paparan asam lambung sehingga memperparah gejala yang dirasakan.

Selain jus jeruk, jus tomat juga tidak disarankan untuk dikonsumsi saat gejala asam lambung sedang kambuh. Meski tomat mengandung berbagai vitamin dan antioksidan, sifatnya yang asam dapat meningkatkan iritasi pada saluran cerna bagian atas.

Jus anggur termasuk minuman yang sebaiknya dihindari oleh penderita gerd. Buah anggur memiliki tingkat keasaman yang relatif tinggi sehingga berpotensi memicu refluks asam lambung pada sebagian orang. Respons tubuh setiap penderita memang berbeda, tetapi membatasi konsumsi jus anggur dapat membantu mengurangi risiko kekambuhan.

Sebagai alternatif, di rekomendasikan jus dari buah-buahan yang rendah asam, seperti pisang, melon, semangka, pir, dan apel. Buah-buahan tersebut cenderung lebih ramah bagi lambung dan dapat membantu meredakan gejala asam lambung, Selain itu, sayuran seperti wortel dan bayam juga dapat diolah menjadi jus yang lebih aman dikonsumsi oleh penderita GERD.

Selain memilih jenis jus yang tepat, penderita asam lambung juga dianjurkan menerapkan pola makan sehat, seperti makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering, menghindari makanan berlemak dan pedas, serta tidak langsung berbaring setelah makan. Jika gejala asam lambung tetap berlanjut atau semakin berat meski telah mengubah pola makan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....