Bahaya Konsumsi MSG Berlebihan dan Dampaknya bagi Kesehatan

  • 19 Mei 2026 14:08 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda — Monosodium Glutamat (MSG) atau yang lebih dikenal sebagai micin dan vetsin merupakan garam natrium dari asam glutamat, salah satu jenis asam amino alami. Bahan ini umum digunakan sebagai penyedap rasa untuk menghasilkan cita rasa gurih atau umami pada berbagai jenis makanan.

MSG mengandung natrium yang apabila dikonsumsi secara berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan tubuh. Hal itu diungkapkan Dokter spesialis gizi klinik Rumah Sakit Hermina Samarinda, Benedicta Afianti, saat dialog dalam acara Tonight Corner edisi kesehatan yang disiarkan di RRI Pro 2 Samarinda. Ia menjelaskan, asupan natrium yang terlalu tinggi berisiko menyebabkan hipertensi hingga penyakit jantung.

“Konsumsi natrium yang berlebihan dapat menyebabkan hipertensi dan penyakit jantung,” ujar dokter Afi (sapaan akrabnya), dikutip pada Selasa 19 Mei 2026.

Dalam kesempatan tersebut, ia menerangkan kadar natrium dalam MSG sebenarnya hanya sekitar sepertiga dari kandungan natrium pada garam dapur. Meski demikian, konsumsi MSG tetap harus dibatasi sesuai anjuran kesehatan. Untuk orang dewasa, dosis yang diperkenankan adalah sekitar 30 mg per kilogram berat badan.

Sementara itu, untuk anak-anak, batas konsumsi natrium yang dianjurkan lebih rendah, yakni sekitar 10 mg per kilogram berat badan. Selain itu, terdapat penelitian lain yang menyebutkan bahwa kadar MSG yang aman dikonsumsi berada pada kisaran 0,7 persen per 100 gram makanan.

Di era modern yang serba instan, masyarakat kini semakin mudah menemukan makanan praktis seperti mi instan, makanan cepat saji, dan frozen food. Menurutnya, makanan tersebut sebenarnya masih dapat dikonsumsi selama tidak dilakukan secara berlebihan dan tetap diimbangi dengan pola makan sehat.

“Tapi kalau berlebihan, yang perlu kita waspadai adalah kelebihan garam, gula, dan lemaknya. Selain itu, zat aditif yang terkandung di dalam makanan juga perlu diperhatikan,” katanya.

Ia menambahkan, konsumsi makanan tinggi kalori dan natrium secara terus-menerus dapat menyebabkan penumpukan lemak dalam tubuh apabila tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko obesitas dan berbagai penyakit metabolik lainnya.

“Kalau kalori tinggi tidak diimbangi dengan aktivitas dan latihan fisik, maka akan ditumpuk sebagai lemak. Kelebihan lemak akan menjadi obesitas,” ujarnya.

Karena itu, masyarakat diimbau lebih bijak dalam memilih makanan dan membatasi konsumsi MSG maupun makanan instan secara berlebihan. Pola makan seimbang, aktivitas fisik rutin, dan pengawasan asupan natrium menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....