Bahaya Sebenarnya Bukan Micin, tapi Pola Makan Berlebihan
- 17 Mei 2026 10:07 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Dokter Spesialis Gizi Klinik RS Hermina Samarinda, dr. Benedicta Afianti I., Sp.GK, mengingatkan masyarakat tidak hanya terpaku pada isu micin atau monosodium glutamat (MSG), melainkan lebih memperhatikan pola makan berlebihan yang memicu berbagai penyakit tidak menular.
Menurut dr. Benedicta, konsumsi makanan gurih secara berlebihan dapat meningkatkan asupan kalori harian. Kondisi tersebut berisiko menyebabkan kegemukan apabila tidak diimbangi aktivitas fisik yang cukup.
“Kalau makanannya gurih ada kecenderungan makannya lebih banyak sehingga meningkatkan kalori,” ujarnya dalam siaran Tonight Corner Health Pro 2, Minggu, 17 Mei 2026.
| Baca juga: Dokter Ungkap Sejarah dan Fakta MSG |
Ia menjelaskan kelebihan kalori yang tidak dibakar tubuh akan disimpan menjadi lemak dan memicu obesitas. Kondisi itu kemudian meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit metabolik.
“Kalori yang berlebihan yang tidak diikuti dengan pembakaran yang seimbang atau aktivitas fisik akan menyebabkan obesitas,” katanya.
Menurutnya, obesitas menjadi pintu masuk berbagai penyakit lain seperti hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes melitus, hingga gangguan ginjal dan penyakit jantung.
“Obesitas atau kegemukan akan menghasilkan anak-anaknya yang lain misalnya hipertensi, kolesterol yang masuk dalam sindroma metabolik. Akhirnya juga ke diabetes melitus, gangguan ginjal dan sebagainya,” ujarnya.
Dr. Benedicta menilai masyarakat sering kali terlalu fokus menyalahkan MSG, padahal kandungan natrium dalam micin lebih rendah dibanding garam dapur. Risiko kesehatan lebih besar justru berasal dari konsumsi gula, garam, dan lemak secara berlebihan.
“Natrium di dalam MSG itu kadarnya sepertiga dari garam dapur,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....