Dampak yang Terjadi pada Tubuh jika Anda Melewatkan Sahur

  • 27 Feb 2026 21:06 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh : Melewatkan sahur sering kali dianggap sepele, terutama bagi mereka yang sulit bangun dini hari atau merasa masih kenyang setelah makan malam. Namun, para ahli kesehatan memperingatkan bahwa tubuh mengalami perubahan drastis saat dipaksa berpuasa tanpa asupan energi di awal hari.

Bukan hanya sekadar rasa lapar, berikut adalah proses biologis yang terjadi pada tubuh saat Anda tidak makan sahur.

1. Penurunan Drastis Kadar Gula Darah

Secara normal, tubuh menggunakan glukosa sebagai sumber energi utama. Saat Anda tidak sahur, cadangan glikogen di hati akan habis lebih cepat, biasanya pada tengah hari. Kondisi ini memicu hipoglikemia yang ditandai dengan:

Pusing dan sakit kepala hebat.

Tubuh terasa gemetar dan lemas.

Emosi yang menjadi lebih tidak stabil atau mudah marah (sering disebut hangry).

2. Dehidrasi Dini

Tubuh manusia tidak bisa menyimpan air dalam waktu lama seperti menyimpan lemak. Sahur adalah momen krusial untuk mengisi hidrasi. Tanpa air saat sahur, volume darah bisa sedikit menurun, membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa oksigen ke seluruh tubuh. Efeknya? Anda akan merasa sangat mengantuk dan lelah meski tidak melakukan aktivitas fisik berat.

3. Pemecahan Massa Otot (Katabolisme)

Ini adalah efek yang paling dihindari. Jika tubuh kehabisan glukosa dan lemak tidak sempat diolah secara efisien menjadi energi, tubuh akan mulai memecah protein dalam otot.

Melewatkan sahur secara konsisten dapat menyebabkan penurunan massa otot dan membuat metabolisme tubuh melambat.

4. Peningkatan Asam Lambung

Lambung tetap memproduksi asam sesuai ritme sirkadian. Tanpa adanya makanan yang diolah saat pagi hari, asam lambung dapat mengiritasi dinding lambung lebih lama. Hal ini sering memicu gejala maag, perih di ulu hati, hingga bau mulut yang lebih tajam karena proses pembuangan zat sisa metabolisme (ketosis) yang dipercepat.

Melewatkan sahur memang terlihat seperti cara singkat untuk lanjut tidur, namun "biaya" yang harus dibayar oleh tubuh cukup besar dalam jangka panjang selama bulan Ramadan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....