Kebiasaan Begadang Tingkatkan Risiko Gangguan Kesehatan
- 18 Jun 2026 08:39 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Kebiasaan begadang masih sering dilakukan oleh sebagian masyarakat, terutama kalangan pekerja dan anak muda. Berbagai alasan, mulai dari tuntutan pekerjaan, tugas pendidikan, hingga penggunaan gawai dan media sosial, membuat waktu tidur sering kali berkurang.
Padahal, kurang tidur dapat memberikan dampak yang serius terhadap kesehatan tubuh. Para ahli kesehatan menegaskan bahwa tidur merupakan kebutuhan dasar yang penting untuk menjaga fungsi organ tubuh.
Orang dewasa umumnya membutuhkan waktu tidur sekitar tujuh hingga sembilan jam setiap malam agar tubuh dapat beristirahat dan melakukan proses pemulihan secara optimal.
Dokter spesialis saraf, dr. Andi Pratama, Sp.N, menjelaskan bahwa kebiasaan begadang dapat mengganggu ritme sirkadian atau jam biologis tubuh.
"Ketika seseorang sering tidur larut malam, tubuh akan mengalami kesulitan dalam mengatur berbagai fungsi penting seperti metabolisme, produksi hormon, dan sistem kekebalan tubuh," ujarnya seperti dikutip RRI dari webside Alodokter.com, Rabu 17 Juni 2026.
Kurang tidur dalam jangka pendek dapat menyebabkan seseorang mudah mengantuk, sulit berkonsentrasi, serta mengalami penurunan daya ingat. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko kesalahan saat bekerja maupun berkendara, yang berpotensi membahayakan diri sendiri dan orang lain.
Selain itu, kebiasaan begadang juga dapat memengaruhi kesehatan mental. Seseorang yang kurang tidur cenderung lebih mudah mengalami perubahan suasana hati, stres, kecemasan, hingga gejala depresi. Kondisi tersebut dapat berdampak pada kualitas hidup dan hubungan sosial sehari-hari.
Dalam jangka panjang, kurang tidur diketahui dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis. Beberapa di antaranya adalah hipertensi, diabetes tipe 2, obesitas, dan penyakit jantung. Hal ini terjadi karena tubuh tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan proses pemulihan dan menjaga keseimbangan sistem metabolisme.
Penggunaan gawai sebelum tidur menjadi salah satu faktor yang sering menyebabkan seseorang sulit beristirahat. Cahaya biru yang dipancarkan layar telepon pintar, tablet, maupun komputer dapat menghambat produksi hormon melatonin yang berperan dalam mengatur siklus tidur.
Untuk menjaga kualitas tidur, masyarakat dianjurkan membiasakan tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari. Mengurangi konsumsi kafein pada malam hari, membatasi penggunaan gawai sebelum tidur, serta menciptakan suasana kamar yang nyaman dapat membantu tubuh memperoleh istirahat yang lebih berkualitas.
Para ahli berharap masyarakat semakin menyadari pentingnya menjaga pola tidur yang sehat. Dengan memenuhi kebutuhan tidur setiap malam, risiko berbagai gangguan kesehatan dapat diminimalkan sehingga tubuh tetap bugar, produktif, dan mampu menjalankan aktivitas sehari-hari dengan optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....