Bahaya Duduk Terlalu Lama Mengintai Pekerja Kantoran
- 18 Jun 2026 08:34 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Perkembangan teknologi dan sistem kerja modern membuat sebagian besar pekerja kantoran menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer. Aktivitas yang menuntut seseorang untuk duduk dalam waktu lama kini menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.
Meski terlihat tidak berisiko, kebiasaan tersebut ternyata dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan apabila dilakukan secara terus-menerus tanpa disertai aktivitas fisik yang cukup.
Para ahli kesehatan menyebut gaya hidup sedentari atau kurang bergerak sebagai salah satu faktor risiko berbagai penyakit tidak menular. Seseorang yang duduk terlalu lama cenderung memiliki tingkat pembakaran kalori yang lebih rendah dibandingkan mereka yang aktif bergerak. Kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan tubuh dalam jangka panjang.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Andi Pratama, Sp.PD, menjelaskan bahwa duduk terlalu lama dapat memperlambat metabolisme tubuh. Akibatnya, kemampuan tubuh dalam mengatur kadar gula darah, tekanan darah, dan lemak menjadi berkurang sehingga meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, serta penyakit jantung.
Selain penyakit metabolik, pekerja kantoran juga rentan mengalami gangguan pada sistem otot dan tulang. Keluhan seperti nyeri leher, pegal pada bahu, nyeri punggung bawah, hingga kekakuan sendi sering kali muncul akibat posisi duduk yang tidak ergonomis dan berlangsung dalam waktu yang lama.
Dampak lain yang tidak kalah penting adalah terganggunya sirkulasi darah. Duduk terlalu lama dapat menyebabkan aliran darah di bagian kaki menjadi kurang lancar. Dalam kondisi tertentu, hal ini berpotensi meningkatkan risiko terjadinya pembekuan darah yang dapat membahayakan kesehatan apabila tidak ditangani dengan baik.
Tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, kurangnya aktivitas gerak juga dapat memengaruhi kondisi psikologis seseorang. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa individu yang jarang bergerak lebih rentan mengalami stres, kelelahan mental, serta penurunan konsentrasi selama bekerja. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat memengaruhi produktivitas dan kualitas kerja.
Untuk mengurangi risiko tersebut, para ahli menyarankan pekerja agar tidak duduk terus-menerus selama berjam-jam. Melakukan peregangan ringan, berdiri, atau berjalan kaki selama beberapa menit setiap 30 hingga 60 menit dapat membantu menjaga kelancaran peredaran darah dan mengurangi ketegangan otot.
Selain itu, pekerja juga dianjurkan untuk menerapkan pola hidup sehat dengan berolahraga secara rutin setidaknya 150 menit setiap minggu. Mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak minum air putih, serta menjaga kualitas tidur juga menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan tubuh di tengah aktivitas kerja yang padat.
Meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya bergerak selama bekerja diharapkan dapat mengurangi dampak negatif gaya hidup sedentari. Dengan membiasakan diri untuk lebih aktif dan menjaga pola hidup sehat, berbagai risiko penyakit akibat duduk terlalu lama dapat diminimalkan sehingga kesehatan dan produktivitas kerja tetap terjaga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....