Manfaat Terapi Bekam untuk Kesehatan

  • 27 Feb 2026 09:23 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Bekam (Arab: al-hijamah) adalah adalah penyedotan lokal darah dari sayatan kulit kecil. Bekam merupakan metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah statis (kental) yang mengandung toksin dari dalam tubuh manusia. Berbekam dengan cara melakukan pemvakuman di kulit dan pengeluaran darah darinya. Pengertian ini mencakup dua mekanisme pokok dari bekam, yaitu proses pemvakuman kulit kemudian dilanjutkan dengan pengeluaran darah dari kulit yang telah divakum sebelumnya

Melansir keslan.kemkes.go.id, bekam sudah dikenal sejak zaman dahulu, yaitu kerajaan Sumeria, kemudian terus berkembang sampai Babilonia, Mesir kuno, Saba, dan Persia. Pada zaman Nabi Muhammad, dia menggunakan tanduk kerbau atau sapi, tulang unta, gading gajah. Pada zaman China kuno mereka menyebut "hijamah" sebagai “perawatan tanduk” karena tanduk menggantikan kaca.

Bekam sendiri dipercaya dapat meningkatkan aliran darah di seluruh tubuh. Dilansir dari Men's Health, Houman Danesh, M.D., asisten profesor dari pengobatan anestesi dan rehabilitasi Rumah Sakit Mount Sinai menyebut bahwa aliran darah merupakan cara tubuh menyembuhkan diri secara natural. Dalam proses pengobatan yang dilakukannya, Danes kerap mengombinasikan bekam dengan teknik umum terapi.

Reid Blackwelder, M.D., mantan ketua dari American Academy of Family Physicians menyebut bahwa bekam dapat juga dianggap sebagai suatu bengkak yang steril. Pasalnya, proses bekam menarik darah dari pembuluh ke jaringan Saraf. Proses ini membuat tubuh berpikir bahwa ada cedera yang sedang terjadi karena pembengkakan sehingga antibodi bergerak ke daerah tubuh tersebut dan berusaha menyembuhkannya.

Sebagai suatu cara pengobatan, terapi bekam memiliki risiko yang amat kecil. Salah satu hal yang tampak hanyalah bengkak serupa bekam ketika terjadi proses penarikan pada kulit.

"Darah yang keluar dari pembuluh menuju jaringan Saraf, adalah hal yang tampak dari bekam ini," jelas Dr. Blackwelder.

"Hal ini sangat normal sebagai bagian dari terapi, serta tidak menyakitkan," katanya.

Beberapa penelitian menjelaskan terapi bekam dapat membantu mengurangi berbagai rasa sakit. Berbagai penyakit seperti sindrom lorong karpal, nyeri otot pinggang, serta nyeri leher kronis merupakan beberapa penyakit yang bisa disembuhkan dengan bekam.

Selain mengurangi nyeri, bekam juga daat membantu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi seperti pada penelitian yang dilakukan oleh Irawan & Ari, Berdasarkan uji T test dengan membandingkan Tekanan Darah Sistolik (TDS) sebelum intervensi (pre-test) dengan TDS setelah intervensi (post-test) menghasilkan p = 0.001. Hal ini berarti terdapat perbedaan rerata TDS yang bermakna sebelum dan sesudah intervensi bekam. Sedangkan T test dengan membandingkan TDD sebelum intervensi (pre-test) dengan TDD setelah intervensi (post-test) menghasilkan 0.003. Hal ini berarti juga terdapat perbedaan rerata TDD yang bermakna sebelum dan sesudah intervensi bekam. Karena pada TDS atau TDD nilai p < 0.005 maka Ho ditolak dan H1 diterima dengan kata lain ada pengaruh terapi bekam terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di Perum Permata Hijau, Kec. Pesantren, Kota Kediri.

Penelitian lain yang dilakukan oleh Akbar, 2013, pada pasien Hipertensi di Semarang menyatakan bahwa berdasarkan perhitungan statistik terdapat perbedaan yang signifikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....