Waspadai Hiperurisemia: Gejala Asam Urat Tanpa Rasa Nyeri

  • 27 Jan 2026 20:43 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Banyak masyarakat yang beranggapan bahwa asam urat selalu ditandai dengan rasa nyeri hebat pada persendian. Namun, dalam program "Dokter Etam" di RRI Samarinda, dr. Hendra Widjaja mengungkapkan adanya kondisi hiperurisemia, yaitu peningkatan kadar asam urat dalam darah yang sering kali tidak menimbulkan gejala atau rasa sakit sama sekali.

Kondisi hiperurisemia merupakan faktor risiko utama terjadinya artritis gout atau peradangan sendi. Penumpukan kristal asam urat yang tidak disadari ini dapat sewaktu-waktu memicu serangan nyeri dahsyat. Dr. Hendra menekankan pentingnya pemeriksaan laboratorium secara rutin untuk mengetahui kadar asam urat sejak dini sebelum terjadi kerusakan sendi yang lebih parah.

Faktor genetik dan pola metabolisme tubuh memegang peranan penting dalam terjadinya kondisi ini. Dr. Hendra menjelaskan bahwa setiap individu memiliki kemampuan metabolisme yang berbeda dalam mengolah purin. Gangguan pada fungsi organ seperti ginjal dapat menghambat pengeluaran asam urat dari tubuh, sehingga zat tersebut mengendap dan membentuk kristal di persendian.

"Kadar asam urat itu pasti ada di tubuh kita karena bagian dari metabolisme. Masalahnya, hiperurisemia bisa terjadi tanpa gejala, sehingga pasien sering kali baru mencari bantuan medis saat sudah masuk tahap artritis gout yang sangat menyakitkan," ujar dr. Hendra Widjaja dalam wawancara dalam program Dokter Etam pada hari Kamis, 22 Januari 2026.

Selain faktor keturunan, penyakit penyerta seperti obesitas, diabetes, dan hipertensi turut memperburuk kondisi pasien. Penyakit-penyakit kronis ini saling berkaitan dan dapat mengganggu ekskresi asam urat melalui urine. Oleh karena itu, kontrol terhadap penyakit penyerta menjadi bagian krusial dalam manajemen jangka panjang penderita gout.

Dr. Hendra juga mengingatkan pentingnya membedakan antara obat pereda nyeri dengan obat penurun asam urat. Penggunaan obat nyeri secara mandiri dalam jangka panjang tanpa resep dokter sangat berbahaya bagi fungsi ginjal. Pengobatan yang tepat harus melibatkan konsultasi medis untuk menentukan dosis obat penurun asam urat yang sesuai dengan profil kesehatan pasien.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau untuk menjalankan pola hidup sehat dengan asupan air putih yang cukup dan olahraga teratur. Penanganan yang tepat sejak tahap hiperurisemia dapat mencegah penderitaan akibat serangan artritis gout yang berulang di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....