Ma Chung Perkuat Kapasitas Dosen, Siap Tambah Guru Besar Baru menuju Kampus Unggul
- 07 Jul 2026 14:47 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Universitas Ma Chung terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia, khususnya dosen, sebagai bagian dari strategi pengembangan institusi memasuki fase baru. Memasuki Dies Natalis ke-19, kampus tersebut menargetkan peningkatan kualitas akademik melalui percepatan jenjang karier dosen, pembentukan kelompok riset, hingga penambahan tujuh guru besar baru.
Rektor Universitas Ma Chung, Prof. Dr. Ir. Stefanus Yufra Menahen Taneo, M.S., M.Sc. mengatakan bahwa tahun 2026 menjadi titik awal transisi dari tahap pengembangan pertama menuju tahap kedua.
Ia menyebut, jika pada fase pertama Universitas Ma Chung mengusung semangat living example atau menjadi teladan melalui tindakan nyata, maka pada periode 2026–2045 kampus akan mengemban visi sebagai trendsetter yang mampu memberi kontribusi lebih luas bagi perkembangan pendidikan tinggi.
"Kami sedang memasuki masa transisi dari tahap pengembangan pertama menuju tahap kedua. Tahap pertama adalah living example, menjadi teladan melalui apa yang kami lakukan. Selanjutnya, kami ingin menjadi trendsetter, mengambil peran yang lebih besar dalam menentukan perkembangan di bidang yang kami tekuni," kata Prof. Yufra saat ditemui pada momen Dies Natalis ke-19 Universitas Ma Chung di Balai Pertiwi, Selasa (7/7/2026).
Menurutnya, pengembangan kapasitas dosen menjadi salah satu prioritas utama untuk mendukung target tersebut. Saat ini Universitas Ma Chung memiliki enam guru besar dan tujuh dosen dengan jabatan akademik lektor kepala. Dalam waktu dekat, kampus menargetkan penambahan tujuh guru besar baru.
"Untuk menuju akreditasi perguruan tinggi unggul, sebenarnya berbagai persyaratan sudah terpenuhi. Namun bagi kami, unggul bukan sekadar memenuhi standar nasional, melainkan melampauinya melalui peningkatan kualitas yang berkelanjutan," tegasnya.
Sebagai langkah konkret, Universitas Ma Chung membentuk kelompok-kelompok riset, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Nantinya setiap guru besar akan membimbing kelompok dosen muda sehingga proses regenerasi akademik dapat berjalan secara sistematis.
Ia menjelaskan, pengembangan karier dosen tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah guru besar, tetapi juga menjaga kesinambungan kaderisasi di setiap jenjang jabatan akademik, mulai dari asisten ahli, lektor, lektor kepala, hingga guru besar.
"Kalau semua berada di level atas tanpa regenerasi, itu justru kurang baik. Harus ada dosen senior yang menyiapkan generasi berikutnya agar nilai dan budaya institusi tetap terjaga. Kami tidak ingin hanya merekrut dari luar karena setiap perguruan tinggi memiliki budaya yang berbeda. Nilai-nilai Universitas Ma Chung harus diwariskan kepada dosen muda," jelasnya.
Saat ini Universitas Ma Chung memiliki 82 dosen tetap yang terdiri atas 20 dosen bergelar doktor dan 62 dosen bergelar magister. Jumlah dosen bergelar doktor terus meningkat dalam tiga tahun terakhir, seiring semakin banyaknya dosen yang berhasil mencapai jenjang lektor kepala, sehingga membuka peluang lahirnya guru besar baru dalam beberapa tahun mendatang.
"Peningkatan kapasitas dosen juga diperkuat melalui berbagai program pengembangan kompetensi, seperti studi lanjut, pelatihan profesional, serta kolaborasi di tingkat lokal maupun internasional," imbuhnya.
Universitas Ma Chung kembali menyelenggarakan pelatihan pembelajaran jarak jauh bekerja sama dengan SEAMEO SEAMOLEC, sekaligus menjalin nota kesepahaman untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Guru Besar Bidang Manajemen Inovasi ini juga menegaskan bahwa peningkatan kualitas dosen tidak hanya ditujukan untuk memenuhi indikator administratif, tetapi juga memperkuat sistem nilai dalam pendidikan.
"Yang paling mendasar bukan sekadar akreditasi, melainkan sistem nilai. Pendidikan bukan proses transaksional, tetapi transformasional. Mahasiswa bukan hanya menjadi lebih tahu, tetapi juga memiliki karakter yang lebih bertanggung jawab, beretika, dan peduli terhadap sesama," tuturnya.
Ia berharap, melalui penguatan kapasitas dosen dan budaya akademik yang berorientasi pada nilai, Universitas Ma Chung berharap mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dalam menghadapi tantangan era digital dan kecerdasan buatan.
"Paling penting adalah yang tidak mau menjadi mau, yang kurang bertanggung jawab menjadi lebih bertanggung jawab, yang kurang tahu etika menjadi beretika, dan seterusnya. Itu yang paling penting dalam transformasi," tandasnya.
Pada momen Dies Natalis ke-19 yang bertemakan Fostering Transformative Convergence ini, Universitas Ma Chung juga memberikan penghargaan pada sejumlah dosen dan mahasiswa berprestasi bertajuk Soegeng Hendarto Award untuk memberikan apresiasi atas kerja keras dan dedikasinya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....