FILKOM UB Bekali Mahasiswa Hadapi Tantangan Sosial di Desa

  • 10 Jun 2026 13:52 WIB
  •  Malang
RRI.CO.ID, Malang - Kemampuan teknis di bidang teknologi informasi dinilai tidak lagi cukup untuk menjawab tantangan pengabdian masyarakat. Mahasiswa juga dituntut memiliki kecerdasan sosial, kemampuan beradaptasi, hingga kesiapan mental saat terjun langsung ke desa.

Pesan tersebut mengemuka dalam Pembekalan Mahasiswa Membangun Desa (MMD) 2026 yang digelar Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) bebetapa waktu lalu.

Sebanyak 793 mahasiswa yang akan diterjunkan ke 57 desa di Kabupaten Blitar mendapatkan pembekalan tidak hanya terkait program kerja berbasis teknologi, tetapi juga etika bermasyarakat, kerja tim, dan kesehatan mental.

Wakil Dekan Bidang Akademik FILKOM UB, Sabriansyah Rizqika Akbar menegaskan bahwa mahasiswa informatika tidak boleh terjebak menjadi sosok yang hanya unggul secara teknis namun minim empati sosial.

“Keberhasilan program pengabdian bukan ditentukan oleh seberapa canggih teknologi yang dibawa ke desa, melainkan seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Desa tidak membutuhkan teknologi yang rumit. Yang dibutuhkan adalah solusi yang sesuai kebutuhan warga dan dapat diterapkan secara berkelanjutan," ujarnya.

Melalui MMD, mahasiswa didorong membantu masyarakat melalui berbagai program sederhana namun berdampak, seperti penguatan pemasaran digital UMKM, perbaikan kemasan produk, promosi potensi wisata desa, hingga edukasi pemanfaatan teknologi secara produktif.

Selain kemampuan teknis, aspek mental juga menjadi perhatian utama. Ketua Unit Layanan Konseling Terpadu (ULKT) FILKOM UB, Yuita Arum Sari menyoroti tantangan generasi muda yang saat ini sangat dekat dengan dunia digital dan media sosial.

Ia menjelaskan, mahasiswa akan menghadapi situasi yang berbeda ketika berada di desa, mulai dari keterbatasan fasilitas, perbedaan budaya, hingga dinamika kerja kelompok yang membutuhkan kemampuan mengelola emosi dan komunikasi.

"Kesehatan mental bukan berarti selalu merasa bahagia, tetapi kemampuan mengenali diri, mengelola tekanan, dan tetap produktif saat menghadapi berbagai tantangan," jelasnya.

Dalam pembekalan tersebut, mahasiswa juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya membangun relasi yang sehat dalam tim melalui komunikasi terbuka, sikap saling menghargai, profesionalitas, serta kemampuan menerima perbedaan pendapat.

Sementara itu, Dosen FILKOM UB Dr. Tibyani menekankan pentingnya menjaga etika dan menghormati budaya lokal selama menjalankan pengabdian.

“Mahasiswa tidak datang sebagai pihak yang merasa paling tahu, melainkan sebagai mitra masyarakat yang siap belajar dan tumbuh bersama warga desa,” tuturnya.

Program MMD FILKOM UB 2026 akan berlangsung selama empat pekan pada Juli mendatang. Seluruh peserta akan ditempatkan di 57 desa yang tersebar di enam kecamatan di Kabupaten Blitar dengan fokus program pada pemberdayaan ekonomi, digitalisasi layanan desa, pendidikan, serta pelestarian lingkungan berbasis teknologi informasi.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....