Jejak Kolonial dan Modernisasi Kereta Api di Sumatera
- 12 Feb 2026 09:04 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Pada awalnya jalur rel kereta api di Sumatera dibangun pemerintah kolonial Belanda dengan tujuan untuk mengangkut hasil bumi serta komoditas tambang batubara yang melimpah di Sumatera. Pembangunan jalur pertama dilakukan di daerah Aceh pada tahun 1876 oleh militer Belanda.
Sejarah mencatat bahwa Deli Spoorweg Maatschappij membangun rel di Sumatera Utara untuk mendukung industri perkebunan tembakau yang sangat terkenal. Berdasar data sejarah dari buku Kereta Api di Indonesia menjelaskan bahwa pembangunan tersebut dilakukan demi mempercepat distribusi logistik menuju pelabuhan.
Penyebaran jalur kereta di Sumatera terbagi menjadi tiga wilayah besar yang hingga kini belum terhubung satu sama lainnya secara utuh. Laporan tahunan dari PT Kereta Api Indonesia menyebutkan bahwa jaringan ini terdiri dari Divisi Regional satu sampai empat saat ini.
Kondisi jalur di Sumatera Utara saat ini sangat aktif melayani penumpang serta angkutan barang dari Medan menuju Bandara Kualanamu. Keberhasilan dari pembangunan jenis kereta bandara pertama di Indonesia tersebut menjadi bukti kemajuan infrastruktur transportasi publik di wilayah Sumatera Utara.
Sementara itu jalur kereta di Sumatera Barat juga memiliki sejarah panjang sebagai sarana pengangkut batubara dari tambang legendaris Sawahlunto ke pelabuhan Teluk Bayur. Arsip Nasional Republik Indonesia mencatat bahwa jalur dari Sawahlunto tersebut, saat ini lebih banyak dimanfaatkan untuk transportasi wisata serta angkutan semen lokal.
Wilayah Sumatera bagian selatan memiliki aktivitas kereta api paling sibuk karena menjadi jalur utama pengiriman batubara menuju pelabuhan Tarahan. Data operasional menunjukkan bahwa rangkaian kereta babaranjang di sana merupakan salah satu rangkaian kereta terpanjang di seluruh wilayah Indonesia.
Pemerintah terus berupaya merealisasikan proyek ambisius Trans-Sumatera yang bertujuan menyambungkan seluruh rel dari ujung utara hingga ke ujung selatan. Dokumen Rencana Induk Perkeretaapian Nasional menjelaskan bahwa proyek strategis ini akan meningkatkan konektivitas ekonomi secara signifikan di seluruh pulau.
Sementara, beberapa jalur lama di wilayah Aceh saat ini mulai diaktifkan kembali untuk melayani kebutuhan transportasi masyarakat lokal melalui teknologi modern. Langkah reaktivasi jalur mati tersebut menjadi harapan baru bagi bangkitnya kembali kejayaan transportasi kereta api di tanah Serambi Mekkah serta pulau Sumatera.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....