Unand Bawa Gagasan Kampus Penggerak Pembangunan di Forum Internasional
- 10 Jul 2026 04:14 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Universitas Andalas (Unand) menegaskan pentingnya transformasi peran perguruan tinggi agar tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan daerah. Gagasan tersebut disampaikan Wakil Rektor II Unand, Dr. Hefrizal Handra, di sela Asian Lifelong Learning Conference (ASAIHL) 2026 yang berlangsung di Universiti Malaysia Sabah (UMS), Malaysia, pada 3–5 Juli 2026.
Menurut Hefrizal, tantangan pembangunan saat ini menuntut perguruan tinggi menghasilkan dampak yang lebih nyata bagi masyarakat melalui inovasi, kolaborasi, dan pembelajaran sepanjang hayat. Keberhasilan universitas, kata dia, tidak lagi hanya diukur dari jumlah lulusan, publikasi ilmiah, maupun peringkat internasional, tetapi juga dari kontribusinya dalam menyelesaikan persoalan daerah.
"Lifelong learning harus menjadi bagian dari cara universitas merancang pendidikan, riset, pengabdian, dan kemitraan. Nilai universitas ke depan akan semakin ditentukan oleh kemampuannya membantu lulusan beradaptasi dengan perubahan dunia kerja, membantu masyarakat menyelesaikan masalah lokal, dan menghubungkan pengetahuan dengan kebutuhan pembangunan," ujar ucapnya, Kamis, 9 Juli 3026.
Ia menambahkan, perguruan tinggi memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan komunitas ilmiah. Karena itu, hasil riset dan inovasi tidak boleh berhenti pada publikasi maupun paten, tetapi harus diwujudkan menjadi solusi yang dapat dimanfaatkan masyarakat dan mendukung kebijakan pembangunan daerah.
"Komitmen tersebut dibawa Unand dalam forum ASAIHL 2026 melalui paper berjudul Universities as Catalysts for Regional Innovation and Lifelong Learning in Indonesia: The Case of Universitas Andalas. Paper itu menekankan pentingnya integrasi pembelajaran yang fleksibel, riset terapan, serta kemitraan lintas sektor sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan," ujarnya.
Hefrizal menjelaskan, universitas di daerah memiliki keunggulan karena memahami kondisi lokal, memperoleh kepercayaan masyarakat, dan mampu membangun kemitraan jangka panjang dengan pemerintah daerah, industri, serta komunitas. Kekuatan tersebut menjadi modal utama bagi perguruan tinggi untuk berperan sebagai katalis pembangunan di wilayahnya.
"Pendekatan tersebut telah diterapkan melalui penguatan tridarma, pengembangan inovasi berbasis kebutuhan masyarakat, serta kolaborasi dengan pemerintah dan industri. Melalui gagasan yang dipresentasikan pada ASAIHL 2026, Unand menegaskan masa depan perguruan tinggi akan ditentukan oleh kemampuannya menjadi mitra strategis pembangunan yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat," tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....