Sejarah Hari Solidaritas untuk Anggota Staf yang Ditahan dan Hilang
- 25 Mar 2026 12:33 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Tanggal 25 Maret setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Solidaritas Internasional untuk Anggota Staf yang Ditahan dan Hilang. Melansir situs National Today, peringatan ini bertujuan untuk menghormati para pekerja Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menghadapi risiko tinggi dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
Peringatan ini terinspirasi dari kisah Alec Collett, seorang jurnalis yang bekerja untuk badan PBB yang menjadi korban penculikan. Alec Collett dan beberapa anggota staf PBB lainnya diculik selama bertahun-tahun maupun dibunuh.
Peristiwa itu membuktikan bahwa para staf di wilayah konflik dan daerah berisiko lebih rentan terhadap ancaman. PBB telah menetapkan tanggal 25 Maret ini untuk meningkatkan kesadaran global, menuntut keadilan, dan melindungi kehidupan anggota staf dan penjaga perdamaian PBB.
Sejak awal berdirinya PBB tahun 1945, ratusan stafnya yang tak kenal takut telah kehilangan nyawa mereka dalam misi menjaga perdamaian dunia. Mereka memang seringkali harus terlibat dalam perjalanan ke negara-negara yang rawan risiko ketika menjalankan misi.
| Baca juga: Sejarah Peringatan Hari Museum Internasional |
Pada tahun 1990an, terjadi gelombang keresahan dalam kehidupan stafnya. Ada banyak nyawa staf yang hilang seiring dengan meningkatnya misi penjagaan perdamaian yang harus dijalankan.
Kondisi itu memicu lahirnya resolusi untuk melindungi anggota PBB. Akhirnya pada tahun 1993 terbentuk konvensi keselamatan PBB untuk melindungi pada stafnya.
Melalui peringatan ini, masyarakat dunia diajak untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya perlindungan bagi para pekerja kemanusiaan. Hari ini juga menjadi seruan untuk menuntut keadilan dan memastikan keselamatan mereka yang berkontribusi dalam menjaga perdamaian global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....