Kemenhaj Kaltim Dorong Istitha'ah Lansia Jadi Prioritas Haji Mendatang
- 11 Jul 2026 15:49 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi menjadi momentum evaluasi bagi Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Kalimantan Timur. Salah satu perhatian utama adalah penguatan aspek istitha'ah atau kemampuan jemaah, terutama kelompok lanjut usia (lansia), dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah secara mandiri.
Pelaksana Tugas Kepala Kanwil Kemenhaj Kaltim, Taty Suryani, mengatakan penilaian istitha'ah ke depan tidak cukup hanya berfokus pada kondisi kesehatan, tetapi juga harus mempertimbangkan tingkat kemandirian jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
"Ke depan istitha'ah bukan hanya dilihat dari kesehatan, tetapi juga kemampuan kemandirian jemaah dalam melaksanakan ibadah. Ini penting agar seluruh rangkaian ibadah bisa terlaksana dengan baik," ujarnya kepada rri.co.id, Sabtu, 11 Juli 2026.
Menurut Taty, selama penyelenggaraan haji tahun ini masih ditemukan jemaah yang memerlukan bantuan karena kondisi fisik, mulai dari penggunaan kursi roda hingga pendampingan selama menjalankan rangkaian ibadah.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena mayoritas jemaah yang berangkat saat ini berasal dari kelompok lansia. Fenomena tersebut tidak terlepas dari panjangnya masa tunggu keberangkatan haji yang menyebabkan usia calon jemaah semakin bertambah ketika tiba giliran berangkat.
Pada kloter terakhir Embarkasi Haji Balikpapan, misalnya, sekitar 200 dari total 360 jemaah merupakan lansia, baik yang menggunakan kursi roda maupun yang masih mampu beraktivitas secara mandiri.
"Lansia memiliki risiko kesehatan lebih tinggi, seperti diabetes, penyakit jantung, maupun tekanan darah tinggi. Sementara rangkaian ibadah haji membutuhkan kondisi fisik yang prima karena aktivitasnya cukup padat," katanya.
Taty menegaskan, konsep istitha'ah dalam penyelenggaraan ibadah haji tidak hanya berkaitan dengan kemampuan finansial, tetapi juga mencakup kesiapan fisik, mental, serta bekal pengetahuan agar jemaah mampu melaksanakan ibadah tanpa membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Menurutnya, penguatan edukasi, pembinaan kesehatan, serta pendampingan sejak sebelum keberangkatan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesiapan jemaah, khususnya kelompok lansia yang mendominasi daftar tunggu haji.
Embarkasi Haji Balikpapan sendiri pada musim haji 2026 melayani keberangkatan dan kepulangan jemaah dari empat provinsi, yakni Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara.
Evaluasi terhadap aspek istitha'ah dinilai menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji pada tahun-tahun mendatang.
Dengan jumlah jemaah lansia yang diperkirakan terus meningkat akibat panjangnya antrean keberangkatan, kesiapan fisik dan kemandirian jemaah menjadi faktor penting agar pelaksanaan rukun Islam kelima dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan khusyuk.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....