Deepfake Jadi Ancaman Baru di Era Digital, Pakar Hukum Muda Ingatkan Risiko Pidana
- 22 Feb 2026 20:58 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menghadirkan inovasi baru bernama deepfake yang kini semakin marak beredar di media sosial. Teknologi ini memungkinkan manipulasi video, gambar, dan suara sehingga tampak sangat nyata dan sulit dibedakan dari yang asli.
Fenomena tersebut menjadi perhatian serius karena berpotensi memunculkan berbagai bentuk kejahatan digital. Hal ini disampaikan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pendidikan Ganesha, Gede Anggha Indrawan.
Menurutnya, deepfake tidak lagi sekadar teknologi hiburan, melainkan telah menjadi sarana kejahatan yang nyata.
“Deepfake sudah menjadi bentuk kejahatan baru. Mulai dari hoaks, pencemaran nama baik, hingga penipuan seperti promosi judi online menggunakan wajah tokoh publik,” ujarnya.
Ia menambahkan, kasus manipulasi wajah figur publik seperti Raffi Ahmad atau tokoh nasional bahkan pernah beredar luas di media sosial dan berpotensi menipu masyarakat.
Selain itu, bentuk penyalahgunaan lain yang berbahaya adalah deepfake pornografi, yakni penggunaan wajah seseorang yang ditempelkan pada konten tidak senonoh tanpa persetujuan korban. Hal ini dinilai sangat merugikan dari sisi moral, sosial, hingga hukum.
Dari perspektif hukum, meskipun belum ada undang-undang khusus yang secara spesifik mengatur deepfake, beberapa aturan yang sudah ada dapat digunakan untuk menjerat pelaku.
Di antaranya adalah Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) terkait pencemaran nama baik, penyebaran hoaks, dan perjudian, serta Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi terkait penyalahgunaan data dan pemalsuan identitas.
“Kalau disalahgunakan, jelas masuk tindak pidana. Tinggal bagaimana penegakan hukumnya karena pelaku sering menggunakan akun anonim,” katanya.
Ia mengatakan, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan dan tidak mudah percaya terhadap konten yang viral di media sosial.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....