Cara Budidaya Burung Branjangan

  • 29 Jan 2026 15:35 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Burung Branjangan (Mirafra javanica) bukan sekadar burung kicau biasa. Dikenal dengan kemampuan hovering (berkicau sambil terbang di tempat) dan kepintarannya menirukan berbagai suara, Branjangan kini menjadi primadona di pasar burung. Namun, karena populasinya di alam liar mulai menyusut, budidaya menjadi langkah bijak sekaligus peluang bisnis yang menggiurkan.

Dilansir dari arenahewan.com Senin, 25 Juni 2018 Berikut ini 10 cara ternak burung branjangan yang dapat Anda gunakan sebagai wawasan dan sebagai panduan dalam budidaya:

1. Seleksi Calon Indukan

Cara budidaya burung branjangan, agar tercapai proses budidaya yang berhasil tentunya harus diawai dengan indukan yang baik, syarat indukan yang baik ialah bebas dari penyakit, memiliki tubuh sedang yang pas atau tidak terlalu kurus dan tidak terlalu gemuk, tidak memiliki cacat tubuh, serta memiliki nafsu makan yang baik. (Baca juga mengenai cara ternak burung jalak kapas). Umur terbaik dimana indukan sudah siap untuk kawin ialah, Induk jantan 1,5 tahun dan induk betina 1 tahun, di usia tersebut, keduanya sudah siap untuk dipertemukan dan sudah siap untuk dikawinkan serta telah memiliki organ organ reproduksi yang sehat dan memadai untuk melakukan perkembangabiakan sehingga dapat melancarkan proses budidaya.

2. Kandang Penangkaran

Siapkan kandang untuk penangkaran dengan ukuran yang tepat, yang tidak terlalu luas namun juga cukup untuk segala aktifitas burung branjangan. Kandang tersebut harus bisa menampung tempat makan dan minum serta kandang khusus untuk kawin dan untuk pengeraman telur memiliki ukuran yang lebih besar, pastikan kandang dalam kondisi bersih dan bebas debu.

3. Penjodohan

Cara budidaya burung branjangan untuk bisa menghasilkan banyak keturunan, selanjutnya adalah proses perkawinan, sebelumnya kedua indukan dikenalkan terlebih dahulu dengan cara disatukan dalam kandang selama beberapa hari hingga keduanya saling mengenal, jika mereka tidak bertengkar, barulah dimasukkan ke dalam kandang yang sudah dilengkapi dengan bahan sarangnya. (Baca juga mengenai cara ternak burung tekukur). Kandang tersebut akan menjadi kandang yang memadai untuk proses perkawinan hingga proses pengeraman telur, lakukan secara bertahap, jika kedua burung ketika disatukan dalam satu kandang sering bertengkar maka pisahkan terlebih dahulu kemudian satukan kembali hingga mereka mau mendekat dan berkawin dengan sendirinya.

4. Pakan

Untuk mendukung proses budidaya, wajib diberikan pakan yang sehat dan bergizi, yyaitu dengan memberinya pakan sebagai berikut, Jangkrik 10 sd 20 ekor, Kroto seminggu 3 kali, Ulat hongkong 3 ekor per hari, Biji biijian, dan EF lain seperti belalang dan undur undur untuk variasi nutrisi. Berikan pakan tersebut untuk kedua indukan, jantan dan betina. Perhatikan pula nafsu makan burung branjangan tersebut, burung branjangan yang dikawinkan harus memiliki nafsu makan yang baik, jika nafsu makannya berkurag, berikan ia pakan yang lebih bervariasi menunya dan berikan secara bertahap, sedikit namun sering sehingga ia bisa makan dalam jumlah yang tepat dan tidak kekurangan makanan.

5. Penjemuran

Jaga kesehatan tubuh burung branjangan dan kegugarannya dengan cara rutin menjemur di sinar matahari setiap pagi di cuaca yang masih hangat dan belum terik, sinar matahari akan membuat tubuhnya terasa segar dan membuat kuman kuman di tubuhnya mati karena memiliki asupan vitamin alami yang baik.

6. Bahan Sarang

Cara budidaya burung branjangan selanjutnya ialah menyiapkan perlengkapan untuk pengeraman dan perkembangan anak burung, caranya dengan menyiapkan sarang dari Genting dengan ukuran tinggi 5 cm panjang 15 cm dan lebar 10 cm dengan jerami sebagai gundukan sarangnya. Jika tidak terdapat genting, dapat digunakan media lain seperti kayu halus atau batu bata yang terbuat dari bahan yang tidak membuat tubuh burung branjangan terluka. Tempatkan genting di tengah atau di pojok kandang yang beralas pasir, tanah merah, atau bubukan batu bata. Tebarkan rumput atau jerami kering dalam jumlah yang banyak, nantinya ketika masa bertelur tiba, burung branjangan betina akan merapikan dengan sendirinya dan menempatkan diri di dalamnya untuk proses bertelur dan mengeram.

7. Lindungi dari Pengganggu

Lindungi burung branjangan dari hewan hewan pengganggu yang bisa menghalangi kelancaran proses perkawinan dan pengeraman telurnya, hewan hewan yang mengganggu dan harus dijauhkan dari kandangnya ialah Semut, tikus, cicak, dan kucing. Hewan tersebut dapat mengganggu ketenangan dan membuat burung branjangan menjadi agresif.

8. Masa Pengeraman

Ketika masa pengeraman telur, berikan gizi yang cukup sesuai dengan kebutuhan pakannya sehari hari, pastikan burung branjangan tetap mau makan dan tetap mau minum, lindungi dari aktifitas lalu lalang manusia yang berlebihan yang bisa membuatnya stres dan agresif, letakkan kandang di tempat yang sepi dan jauh dari aktifitas manusia.

9. Kebersihan Tubuh dan Lingkungan

Jaga kebersihan tubuh dan lingkungan sekitar burung branjangan dengan baik agar burung branjangan merasa nyaman, mandikan burung branjangan secara rutin dengan cara menyemprot tuuhnya seteah itu menjemurnya di bawah sinar matahari, bersihkan juga kandangnya agar kandang selalu dalam kondisi bersih dan kering serta jauh dari kondisi lembab atau polusi.

10. Pencegahan Penyakit

Lakukan pencegahan penyakit dengan cara memastikan segala kebutuhan pakan dan perawatan harian dijalankan dengan baik, lindungi burung branjangan dari lingkungan yang kotor dan tempatkan kandang di tempat yang bersih, sekali waktu bersihkan kandang secara total dengan cairan antiseptik agar kandang benar benar bersih dan bebas dari kuman. Periksa tubuh burung branjangan setiap kali memandikan dan pastika tubuhnya sehat tidak ada penyakit atau luka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....