Jenis - Jenis Penyakit pada Burung Puyuh
- 26 Mei 2026 09:19 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Dalam menjalankan bisnis budidaya burung puyuh, kesehatan kawanan ternak adalah aset paling berharga. Meskipun burung puyuh dikenal memiliki daya tahan tubuh yang relatif lebih kuat dibandingkan jenis unggas lainnya, mereka tidak sepenuhnya kebal dari serangan penyakit.
Serangan wabah penyakit yang tidak terdeteksi sejak dini bisa berakibat fatal, mulai dari penurunan drastis produksi telur hingga risiko kematian massal yang memicu kerugian finansial besar. Oleh karena itu, penting bagi peternak untuk mengenali jenis-jenis penyakit yang kerap menyerang puyuh beserta gejalanya.
Dilansir dari gdm.id Kamis, 26 Mei 2022 Berikut ini adalah penyakit puyuh yang harus anda ketahui:
1. Radang Usus
Pemberian pakan yang sudah tidak berkualitas dan lingkungan yang kotor menyebabkan bakteri bernama Quail enteritis dapat menginfeksi usus puyuh sehingga menyebabkan radang usus. Penyakit radang usus akan membuat puyuh lesu, tidak nafsu makan, dan malas bergerak.
- Penyebabnya adalah bakteri Clostridium colinum, bakteri ini membentuk spora dan menyerang usus bawah dan sekum, sehingga dapat menimbulkan keradangan pada usus
- Gejala yang nampak puyuh lesu, nafsu makan menurun, bulu kelihatan kusam, diare encer. Penularan penyakit ini sangat cepat karena bakteri ini bisa tumbuh d tempat pakan dan minum yang terkontaminasi feses
- Kalau terus dibiarkan, puyuh bisa mati karena penyakit radang usus. Langkah pertama yang bisa anda lakukan ketika melihat puyuh yang terserang radang usus adalah memisahkannya dari puyuh lain karena bakteri penyebab radang usus bisa menular dengan sangat cepat. Untuk pencegahannya dengan memperbaiki manajemen kebersihan kandang, pisahkan burung puyuh yang sakit dengan yang sehat, dan lakukan penjarangan jika populasi terlalu padat.
2. Tetelo
Penyakit tetelo merupakan penyakit yang sangat umum menyerang berbagai jenis unggas, seperti ayam, bebek, dan juga burung puyuh. Penyebab utama dari penyakit tetelo adalah virus yang berkembang dengan sangat cepat pada cuaca yang buruk.
Puyuh yang kesulitan bernapas, batuk, bersin, ngorok, selalu mengantuk menjadi gejala awal dari serangan tetelo. Pada saat sudah parah, puyuh akan mengalami berak berdarah. Terkadang, puyuh yang terserang tetelo juga mengalami kelumpuhan.
Segera pisahkan puyuh yang terinfeksi tetelo karena penyakit ini akan menular dengan sangat cepat dan menyebabkan tingkat kematian yang cukup tinggi. Daya tahan tubuh puyuh yang kuat menjadi harapan agar puyuh bisa sembuh.
3. Berak Kapur
Seperti namanya, puyuh yang sedang sakit berak kapur akan mengeluarkan kotoran yang berwarna putih. Tidak hanya itu, puyuh juga akan lemas dan tidak nafsu makan.
Penyebab utama dari penyakit berak kapur pada puyuh adalah bakteri Salmonella pullorum yang menular pada lingkungan yang kotor. Menjaga kebersihan dan memisahkan puyuh yang sakit bisa menjadi langkah awal yang tepat untuk menangani penyakit berak kapur pada burung puyuh.
4. Berak Berdarah
Selain berak kapur, puyuh juga rentan terserang penyakit berak darah. Ciri-ciri dari penyakit berak berdarah adalah adanya darah pada kotoran puyuh. Penyebab dari sakit berak darah pada puyuh adalah lingkungan yang kurang bersih dan keracunan makanan.
5. Cacar Burung Puyuh
Sebuah virus bernama poxvirus bisa menyebabkan cacar pada segala rentang umur puyuh. Penyebaran poxvirus juga sangat cepat hingga membuat puyuh mengalami luka pada seluruh bagian tubuhnya. Segera pisahkan jika ada burung puyuh yang terinfeksi penyakit cacar burung puyuh. Pemberian vaksin juga efektif untuk mengobatinya.
6. Aspergillosis
Puyuh yang mengalami gangguan pernapasan, berlendir, dan tidak nafsu makan bisa menjadi pertanda terinfeksi penyakit yang satu ini. Penyebab dari penyakit ini adalah cendawan bernama aspergillus fumigatus yang berkembang pada lingkungan yang kotor.
7. Cacingan
Lingkungan yang kotor dan pakan yang tidak berkualitas juga bisa membuat burung puyuh cacingan. Ciri puyuh yang terinfeksi cacingan adalah lesu, lemah, dan kurus meski makan banyak. Memberikan obat cacing bisa menjadi alternatif pengobatan untuk puyuh yang sedang mengalami cacingan.
8. Snot
Penyakit snot merupakan salah satu penyakit yang cukup sulit diobati ketika sudah menginfeksi puyuh. Terlebih lagi penularannya sangat cepat antar burung puyuh dengan gejala lesu, nafsu makan menurun, ada suara ngorok, ada bengkak di bagian mata dan terdapat ingus atau lendir. Penyebab dari penyakit snot adalah bakteri yang berkembang karena lingkungan yang tidak bersih.
9. Stress
Puyuh yang sedang stress biasanya akan kehilangan nafsu makan sehingga membuat imunitas tubuhnya menurun. Penyebab stress pada burung puyuh adalah lingkungan yang tidak nyaman dan populasi yang terlalu padat di dalam kandang. Selain itu, adanya burung puyuh dengan badan yang lebih besar juga bisa menyebabkan burung puyuh menjadi stress.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....