Barbershop bukan Hanya Sebagai Tempat Pangkas Rambut

  • 11 Apr 2026 13:20 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Istilah barbershop saat ini sudah tidak asing lagi di telinga kita. Hal itu karena industri jasa perawatan pribadi khusus pria tersebut sudah banyak hadir di berbagai daerah, terutama di Kota Padang. Mulai populer di kota-kota besar seperti Jakarta dan Bandung sekitar tahun 2012, hingga saat ini barbershop terus merambah berbagai daerah.

Di Kota Padang, barbershop mulai populer pada tahun 2015. Mas Yo menjadi salah satu orang yang pertama kali mempopulerkannya di kota tersebut dengan mendirikan Ethic Barber.

Hal tersebut disampaikan Mas Yo saat berbincang di program Sore Ceria Pro 2 Padang. Dalam program tersebut, Mas Yo tidak sendiri karena hadir juga Ananda Kamiko, founder dari Mikos Barber.

Pada kesempatan itu, Mas Yo dan Miko banyak menceritakan tentang dunia barbershop. Keduanya juga tergabung dalam Minangkabau Barber Association, wadah para barber untuk berbagi pengalaman, informasi, dan ilmu.

Ada hal menarik ketika Mas Yo membahas soal penghasilan sebagai seorang barber. Ia menjelaskan bahwa pendapatan yang selama ini diperolehnya mampu mencukupi kebutuhan hidup, bahkan untuk membeli mobil.

Hal tersebut menunjukkan bahwa prospek kerja sebagai seorang pemangkas rambut profesional tidak dapat dipandang sebelah mata. Apalagi, menurutnya, saat ini berbagai kalangan sudah semakin peduli dengan penampilan.

Di sisi lain, Miko menjelaskan bahwa seorang barber memiliki profesionalitas tinggi dalam teknik memangkas rambut. Seorang barber juga terus mengembangkan teknik dengan belajar dari berbagai event yang mereka ikuti.

Tidak heran jika barbershop memasang harga yang terbilang tinggi. Hal tersebut sebanding dengan kualitas layanan yang dihadirkan.

Belum lagi nuansa tempat yang ditawarkan barbershop, yang kebanyakan bergaya vintage, klasik, atau maskulin. Nuansa ini menciptakan kesan santai untuk mendukung interaksi sosial.

Miko dan Mas Yo menambahkan bahwa seorang barber harus mampu membangun interaksi sosial. Hal tersebut dilakukan agar terjalin ikatan emosional dengan pelanggan.

Miko juga menceritakan bahwa di beberapa daerah di Amerika, barbershop kerap dijadikan tempat nongkrong dan bergaul. Namun, ada satu hal yang pasti seperti aturan tidak tertulis, yaitu seorang barber tidak boleh menyebarkan cerita pribadi pelanggan.

Terakhir, bagi kamu yang ingin mencoba tampil dengan rambut keren, tidak perlu khawatir jika tidak mengetahui istilah model-model rambut. Menurut Miko, kamu hanya perlu menunjukkan gambar model rambut yang ingin dijadikan referensi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....