Pengunjung PKB Rela Antre demi Membaca Garis Tangan dan Numerologi

  • 07 Jul 2026 14:04 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Denpasar – Pesta Kesenian Bali (PKB) tidak hanya menyajikan keluhuran seni, budaya, dan kuliner tradisional. Di tengah antrean di stan makanan, ada satu pemandangan unik di salah satu sudut area pameran IKM Bali Bangkit yakni Stan Jung Kumis Usadha Bali.

Bukan semata-mata karena menjual produk herbal, para pengunjung di stan ini rupanya rela berdiri berjam-jam demi membaca garis tangan dan mengetahui numerologi berdasarkan hari kelahiran mereka. Fenomena ini memadukan unsur spiritualitas, tradisi, dan rasa penasaran masyarakat modern.

Praktisi Usadha Bali sekaligus pemilik stan Jung Kumis Usadha Bali, I Dewa Made Agung Suryawan yang akrab disapa Jung Kumis mengungkapkan bahwa ide awal membuka layanan ini adalah untuk membantu pengunjung mendeteksi kondisi kesehatan secara dini.

"Ide awal tiyang (saya) buka baca garis tangan ini, karena ingin membantu para pengunjung, mengetahui tentang kesehatan dirinya. Sehingga, tiyang bisa merekomendasikan ramuan herbal yang sesuai dengan kebutuhan untuk merawat kesehatan mereka," ujar Jung Kumis saat ditemui di lokasi.

Menariknya, banyak pasangan muda-mudi yang ikut serta dalam antrean demi mengetahui potensi masa depan, karakter, hingga tingkat kecocokan hubungan mereka. Menurut Jung Kumis, ketertarikan anak muda ini juga dipicu oleh kombinasi metode yang ia gunakan serta pengaruh media sosial.

"Anak-anak muda banyak yang tertarik karena dengan membaca garis tangan, numerologi, dan wariga, mereka bisa mengetahui bakat dalam dirinya untuk memilih sekolah atau pekerjaan yang cocok. Selain itu, ini juga berkat viral di TikTok dan informasi dari mulut ke mulut teman mereka yang sudah berkonsultasi," ujarnya.

Jung Kumis menjelaskan, metode numerologi yang digunakannya mengadopsi ilmu Pythagoras yang terdiri dari angka 1 sampai 9. Melalui tanggal, bulan, dan tahun lahir yang dihitung secara benar, ia dapat mengungkap keseimbangan lima elemen dalam tubuh manusia.

"Ada lima elemen tubuh, yaitu elemen kayu yang berhubungan dengan hati dan empedu, api berhubungan dengan jantung dan usus kecil, tanah berkaitan dengan lambung dan limpa, logam berhubungan dengan paru-paru dan usus besar, serta air berkaitan dengan ginjal dan kantung kemih. Melalui hitungan itu, kita bisa tahu unsur apa yang kurang dalam diri seseorang. Itulah potensi masalah kesehatannya, sehingga bisa dirawat lebih awal agar lima elemen tubuhnya kembali seimbang dan sehat," kata Jung Kumis.

Banyak pengunjung yang mengaku terkejut dengan akurasi hasil pembacaan tersebut. Jung Kumis pun mengakui respons positif ini membuatnya kian bersemangat dan tertantang untuk terus belajar.

Ketertarikan pengunjung yang rela antre demi mengetahui pembacaan garis tangan menjadi bukti nyata bahwa warisan pengetahuan tradisional seperti usadha dan wariga Bali tetap memiliki daya tarik kuat di hati generasi muda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....