Ghibah di Media Sosial Ancam Akhlak Umat Era Digital Modern

  • 15 Jul 2026 13:38 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID,Entikong - Perkembangan media sosial telah menghadirkan berbagai kemudahan dalam berkomunikasi, berbagi informasi, dan memperluas jaringan pertemanan. Namun, di balik manfaat tersebut, ruang digital juga menjadi tempat munculnya berbagai perilaku yang bertentangan dengan ajaran Islam, salah satunya ghibah atau membicarakan keburukan orang lain.

"Belakangan ini, tanpa disadari, seseorang dapat melakukan ghibah melalui komentar, unggahan, membagikan tangkapan layar percakapan, atau menyebarkan keburukan orang lain, padahal perbuatan itu jelas dilarang dalam ajaran Islam," ungkap Ulfa Laela Sa'adah, Pelaksana KUA Kecamatan Tayan Hulu, dalam Obrolan Mutiara Pagi RRI Sanggau, Rabu 15 Juli 2026.

Menurutnya, kemudahan mengakses media digital harus diimbangi dengan kemampuan mengendalikan diri serta menjaga etika dalam berkomunikasi. Setiap informasi yang diunggah atau dibagikan akan meninggalkan jejak digital sehingga dampaknya dapat dirasakan dalam waktu yang lama, baik bagi pelaku maupun orang yang menjadi objek pembicaraan.

"Sebelum menulis, mengomentari, atau membagikan sebuah informasi, hendaknya setiap muslim memastikan bahwa hal tersebut benar, bermanfaat, dan tidak menyakiti orang lain. Menjaga lisan di era digital bukan hanya melalui ucapan, tetapi juga melalui jari-jari ketika menggunakan media sosial," ujarnya.

Ia menjelaskan, media sosial seharusnya dimanfaatkan sebagai sarana menyebarkan ilmu pengetahuan, dakwah, motivasi, serta nilai-nilai kebaikan yang mampu mempererat ukhuwah Islamiyah. Sebaliknya, penggunaan media digital untuk menghina, membuka aib, atau menyebarkan fitnah hanya akan merusak hubungan sosial dan mengurangi keberkahan dalam kehidupan bermasyarakat.

"Media sosial dapat menjadi ladang pahala apabila digunakan untuk berbagi ilmu, mengajak kepada kebaikan, dan mempererat silaturahmi. Sebaliknya, jika dipenuhi ghibah, fitnah, dan ujaran kebencian, maka media sosial justru menjadi sumber dosa yang terus mengalir karena jejak digital sulit dihapus," katanya.

Ulfa mengajak masyarakat menjadikan literasi digital sebagai bagian dari upaya menjaga akhlak di era modern. Dengan membiasakan berpikir sebelum mengunggah, memverifikasi informasi sebelum membagikan, serta menghindari ghibah dalam bentuk apa pun, media sosial diharapkan menjadi ruang yang lebih sehat, produktif, dan membawa manfaat bagi kehidupan bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....