Trauma Psikologis Perlu Ditangani sejak Usia Anak Dini

  • 01 Jul 2026 13:27 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Trauma psikologis yang dialami seseorang sejak masa kanak-kanak dapat memengaruhi perilaku, hubungan sosial, hingga kehidupan saat dewasa. Karena itu, penanganan sejak dini dinilai penting agar dampaknya tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih serius. Rabu, 1 Juli 2026.

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman sekaligus praktisi hipnoterapi, Iwan Samsugito, menjelaskan bahwa trauma tidak selalu dipicu oleh peristiwa besar. Pengalaman seperti bentakan, kekerasan dalam rumah tangga, perundungan, hingga suara keras yang berulang pada masa kecil dapat tersimpan di alam bawah sadar dan memengaruhi respons seseorang ketika dewasa.

"Trauma sebenarnya bisa diterapi dan diselesaikan, asalkan orang tersebut memiliki kemauan untuk berubah dan menjalani proses terapi," kata Iwan.

Menurutnya, masa kanak-kanak merupakan fase yang sangat menentukan pembentukan karakter. Pada usia sekitar sembilan tahun ke bawah, anak cenderung menerima seluruh pengalaman tanpa mampu menyaring mana yang baik dan buruk. Seluruh pengalaman itu kemudian tersimpan di alam bawah sadar dan dapat memengaruhi sikap maupun kebiasaan ketika dewasa.

Iwan mencontohkan, seseorang yang mengalami pengalaman buruk terhadap suara keras saat kecil dapat berkembang menjadi pribadi yang mudah panik ketika mendengar petir, sirene, atau suara bentakan. Begitu pula pengalaman kekerasan dalam keluarga yang berpotensi memengaruhi cara seseorang memperlakukan pasangan maupun anaknya di masa depan.

Ia menegaskan, trauma psikologis berbeda dengan trauma fisik karena dampaknya dapat berlangsung dalam jangka panjang apabila tidak mendapatkan penanganan. Kondisi tersebut bahkan dapat memicu fobia, gangguan hubungan sosial, hingga kesulitan membangun keluarga yang sehat.

"Yang paling berbahaya sebenarnya adalah trauma psikologis, karena dampaknya bisa terbawa sampai proses tumbuh kembang dan kehidupan seseorang di kemudian hari," ujarnya.

Meski demikian, Iwan memastikan trauma dapat dipulihkan melalui konseling dan hipnoterapi. Berdasarkan pengalamannya, sebagian besar pasien menunjukkan perkembangan setelah beberapa kali sesi terapi, meski lama penanganan berbeda pada setiap individu karena dipengaruhi tingkat keparahan trauma dan kemauan pasien untuk sembuh.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu mencari bantuan profesional apabila mengalami trauma psikologis. Semakin cepat penanganan dilakukan, semakin besar peluang seseorang untuk pulih dan menjalani kehidupan secara sehat, baik secara emosional maupun sosial.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....