Makna Keberuntungan yang Hakiki

  • 01 Jul 2026 10:04 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Setiap manusia yang hidup di dunia ini tentu mendambakan keberuntungan. Namun, indikator keberuntungan dalam kehidupan manusia sering kali dikaitkan dengan memiliki keluarga yang harmonis, limpahan harta, kesehatan fisik, hingga ketenangan jiwa yang mendalam.

Bagi seorang Muslim, keinginan manusia harusnya tidak hanya berhenti pada kehidupan duniawi saja. Setiap mukmin pasti mendambakan keberuntungan hingga ke akhirat.

Hal itu dikatakan oleh Ustaz Mukhlis dari Kementerian Agama Kota Samarinda dalam siaran Mutiara Pagi RRI.

"Al Quran surah Ali Imran ayat 185. Ayat ini mengajarkan bahwa ukuran keberuntungan bukanlah sekedar banyaknya harta, punya jabatan, dan lain sebagainya. Ukuran keberuntungan yang sebenarnya adalah keselamatan di akhirat," kata Ustaz Mukhlis.

Keberuntungan ini berwujud ampunan dari Allah terhadap keselamatan dari azab kubur serta siksa api neraka. Puncaknya adalah karunia untuk melangkah masuk ke dalam surga-Nya.

Ustaz Mukhlis menjelaskan, ayat tersebut mengajarkan sebuah pelajaran berharga bahwa ukuran keberuntungan yang sejati bukanlah sekadar dinilai dari banyaknya harta kekayaan yang dikumpulkan atau tingginya jabatan pangkat yang disandang di dunia.

Hal-hal yang bersifat materi tersebut hanyalah titipan sementara yang tidak menjadi penentu utama kebahagiaan abadi seorang hamba.

"Lalu pertanyaannya, siapakah sebenarnya orang yang beruntung menurut Al-Qur'an dan sunah? Keberuntungan hakiki menurut Al-Qur'an. Allah Subhanahu wa taala berfirman, Faman zuhziin waudilal jannata faqad faz. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh dia telah beruntung," ujarnya.

Ketika seorang manusia berhasil melewati hisab dengan baik dan terhindar dari murka Allah, itulah titik awal keberuntungan yang sesungguhnya. Segala kemewahan dunia tidak akan ada artinya jika di akhirat seseorang justru terjerumus ke dalam kesengsaraan.

Keberuntungan yang sejati adalah keselamatan pada hari kiamat.

Ustaz Mukhlis berpesan agar umat Islam bisa kembali menata niat dan memprioritaskan bekal akhirat di atas segalanya demi meraih kemenangan yang hakiki.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....