Ustaz Adi Hidayat: Tiga Golongan Manusia setelah Iduladha

  • 31 Mei 2026 22:05 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Momentum Iduladha bukan sekadar perayaan tahunan yang ditandai dengan pelaksanaan salat Id, penyembelihan hewan kurban, dan berkumpul bersama keluarga. Lebih dari itu, Iduladha merupakan sarana untuk meningkatkan ketakwaan dan kedekatan kepada Allah SWT. Dalam sebuah khutbah Jumat yang bertepatan dengan Hari Raya Iduladha, seperti dilansir dari channel youtube Adi Hidayat menjelaskan bahwa setelah Iduladha, manusia akan terbagi ke dalam tiga golongan berdasarkan bagaimana mereka mengambil pelajaran dari rangkaian ibadah tersebut.

Golongan Pertama: Orang-Orang yang Berhasil Meraih Takwa

Golongan pertama adalah mereka yang mampu menjalani seluruh rangkaian ibadah Iduladha dengan baik, lalu menjadikan pengalaman tersebut sebagai sarana meningkatkan kualitas ketakwaan.

Menurut Ustaz Adi Hidayat, baik orang yang menunaikan ibadah haji, melaksanakan kurban, berpuasa Arafah, maupun yang mengikuti syiar Iduladha dengan penuh kesungguhan, tujuan akhirnya adalah memperoleh takwa. Hal ini sejalan dengan berbagai ayat Al-Qur'an yang menegaskan bahwa inti dari ibadah haji, kurban, dan puasa adalah peningkatan ketakwaan kepada Allah SWT.

Pada ibadah kurban, misalnya, Allah menegaskan bahwa bukan darah atau daging hewan yang sampai kepada-Nya, melainkan ketakwaan dari orang yang berkurban. Karena itu, seluruh proses ibadah harus dijalankan dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.

Ciri-ciri golongan pertama adalah:

  • Senantiasa meningkatkan kualitas iman.
  • Memperbaiki dan menambah kualitas salat.
  • Gemar berinfak dan berbagi kepada sesama.
  • Semakin dekat dengan Al-Qur'an melalui membaca, menghafal, dan mempelajarinya.
  • Menjadikan aktivitas dunia sebagai sarana meraih pahala akhirat.
  • Memiliki keyakinan yang semakin kuat terhadap kehidupan akhirat.

Mereka inilah yang disebut Al-Qur'an sebagai orang-orang yang mendapatkan petunjuk dan memperoleh keberuntungan di dunia maupun akhirat.

Golongan Kedua: Orang-Orang yang Merugi

Golongan kedua adalah mereka yang menjalani Iduladha secara biasa-biasa saja. Mereka tetap melaksanakan ibadah, menghadiri salat Id, menyaksikan penyembelihan kurban, bahkan mungkin ikut berkurban. Namun seluruh rangkaian tersebut tidak meninggalkan bekas dalam kehidupan mereka.

Setelah Iduladha berlalu, tidak ada perubahan yang berarti dalam kualitas keimanan maupun amal ibadahnya. Kehidupan mereka berjalan sama seperti sebelumnya.

Menurut Ustaz Adi Hidayat, kelompok ini termasuk orang yang merugi karena memperoleh kesempatan besar untuk meningkatkan kualitas diri, tetapi gagal memanfaatkannya. Mereka mendapatkan momen yang penuh keberkahan, namun tidak memperoleh dampak positif yang semestinya.

Golongan Ketiga: Orang-Orang yang Celaka

Golongan terakhir adalah mereka yang tetap memilih jalan kemaksiatan meskipun telah diberi kesempatan menikmati momentum Iduladha.

Kelompok ini tidak hanya gagal mengambil hikmah dari ibadah yang dijalankan, tetapi juga kembali melakukan berbagai perbuatan yang dilarang Allah SWT. Contohnya adalah mereka yang tetap melakukan korupsi, penipuan, kezaliman, atau menyalahgunakan ilmu dan jabatan demi kepentingan pribadi.

Menurut Ustaz Adi Hidayat, orang-orang seperti ini termasuk golongan yang celaka karena kesempatan untuk memperbaiki diri telah datang, namun tidak dimanfaatkan dengan baik.

Iduladha Sebagai Momentum Perubahan

Dalam khutbahnya, Ustaz Adi Hidayat mengingatkan bahwa keberhasilan Iduladha tidak diukur dari banyaknya hewan kurban yang disembelih atau meriahnya perayaan yang dilakukan. Ukuran keberhasilan yang sesungguhnya adalah sejauh mana ibadah tersebut mampu mengubah seseorang menjadi pribadi yang lebih bertakwa.

Ketakwaan yang meningkat seharusnya tercermin dalam perilaku sehari-hari, seperti bertambahnya kualitas ibadah, meningkatnya kepedulian sosial, serta semakin dekatnya hubungan seorang hamba dengan Al-Qur'an dan Allah SWT.

Ia juga mengajak umat Islam untuk melakukan evaluasi diri. Jika Iduladha yang bahkan bertepatan dengan hari Jumat belum mampu membawa perubahan menuju kebaikan, maka perlu dipertanyakan kapan lagi seseorang akan memulai perbaikan diri.

Menjadi Golongan yang Beruntung

Di akhir khutbah, Ustaz Adi Hidayat mengajak jamaah untuk berusaha menjadi golongan pertama, yaitu orang-orang yang berhasil meraih ketakwaan setelah Iduladha. Mereka adalah pribadi yang memperoleh kebaikan di dunia dan kebahagiaan di akhirat, sebagaimana doa yang sering dipanjatkan umat Islam:

"Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah wa qina ‘adzaban nar."

Semoga momentum Iduladha tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga menjadi titik awal untuk meningkatkan kualitas iman, memperbanyak amal saleh, dan memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT. Dengan demikian, setiap tahun yang berlalu akan menjadikan seorang muslim lebih baik daripada tahun sebelumnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....