Tanda Mendapatkan Kebaikan dan Keberuntungan oleh Allah SWT
- 05 Jun 2026 07:56 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Al Imam Al Haddad menjelaskan bahwa ada dua tanda utama orang yang diinginkan kebaikan dan keberuntungan oleh Allah Subhanahu wataala, yaitu:
- Diberikan keinginan untuk melakukan ketaatan
- Dimudahkan dalam menjalankan ketaatan tersebut
Dilansir dari laman you tobe Beramal Dan Berdakwah UIH, Kamis, 4 Juni 2026.
Ustaz Ilham Humaidi mengatakan banyak orang hanya diberikan keinginan semata tanpa kemudahan, Sehingga sulit untuk istiqamah.
Namun, apabila Allah memberikan keduanya, keinginan dan kemudahan, maka itu merupakan pertanda bahwa orang tersebut akan mendapatkan keberuntungan besar.
Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sangat menyukai amalan yang dilakukan secara istiqamah meskipun sedikit.
Ulama pun memperumpamakan bahwa sedikit tapi istiqamah jauh lebih utama daripada banyak tapi tidak konsisten.
| Baca juga: Menyadari Barokah dalam Kehidupan |
"Contohnya adalah tetesan air yang terus menerus menetes pada satu titik, " ujar Ustaz Ilham Humaidi.
Meski setiap tetesnya kecil, tapi lama-kelamaan akan meninggalkan bekas, bahkan bisa melubangi batu.
Sedangkan seember air yang langsung disiramkan sekaligus tidak akan menghasilkan bekas.
Hari kiamat nanti Allah akan membedakan manusia dengan derajat yang berbeda-beda.
Ada wajah yang bersinar dan gembira, ada yang menghitam dan ketakutan.
Orang yang istiqamah tidak akan merasa takut saat itu, melainkan aman, tentram, dan senang.
Karena rasa takutnya terhadap Allah selama di dunia sudah habis, maka dia akan memperoleh keamanan di akhirat.
Allah berfirman bahwa Dia tidak akan memadukan dalam satu jiwa dua rasa: aman dan takut.
Jika seseorang merasa aman selama hidup di dunia tanpa takut kepada Allah, maka kelak ia akan merasakan ketakutan yang hebat di akhirat.
Sebaliknya, mereka yang takut kepada Allah selama di dunia akan diberikan keamanan kelak di akhirat.
Orang beriman pun diperintahkan agar selalu mengingat Allah atau berzikir (mulazamat zikir lillah) sebagai jalan utama mendekatkan diri kepada-Nya.
Setelah melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan. Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, sebagaimana dijelaskan Sayidatina Aisyah radhiallahu anha, selalu berdzikir dalam setiap keadaan.
Masuk rumah, keluar rumah, naik kendaraan, saat hujan, petir, bahkan ketika masuk dan keluar toilet, serta saat tidur dan bangun. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya istiqamah dalam berzikir.
Dengan senantiasa mengingat Allah, setan tidak akan dapat menguasai hati hamba tersebut.
Zikir sebelum tidur seperti membaca Bismikallahumma ahya wabismika amut, ayat Kursi, istighfar tiga kali, tasbih Sayidatina Fatimah,
Surat Al-Kafirun, Al-Ikhlas, dan Muawidatain adalah amalan yang dianjurkan untuk menenangkan jiwa dan mendekatkan diri kepada Allah.
Nabi Muhammad juga menganjurkan agar jangan meninggalkan doa berikut setelah salat:
“Allahumma ainni ‘ala zikrik, wa shukrik, wa husni ibadatika.”
(Ya Allah, bantulah aku untuk selalu ingat kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu.)
Semoga kita termasuk orang-orang yang diberikan keinginan dan kemudahan oleh Allah untuk istiqamah dalam beramal.
Sehingga mendapatkan keberuntungan dan kebahagiaan hakiki di dunia dan akhirat. Aamiin ya rabbal’alamin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....