Tiga Hikmah Besar di Balik Puasa Asyura
- 24 Jun 2026 10:01 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Puasa Asyura yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharram merupakan salah satu ibadah sunnah yang memiliki keutamaan besar dalam Islam. Ibadah ini tidak hanya menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga mengandung pelajaran penting tentang syukur, keteladanan para nabi, dan pengampunan dosa.
Melansir channel Youtube adi hidayat official, dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, sahabat Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhuma menceritakan bahwa ketika Nabi Muhammad SAW tiba di Madinah, beliau mendapati kaum Yahudi berpuasa pada tanggal 10 Muharram. Ketika ditanya alasannya, mereka menjelaskan bahwa hari tersebut adalah hari ketika Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Firaun. Sebagai bentuk rasa syukur atas pertolongan Allah, Nabi Musa AS berpuasa pada hari itu.
Mendengar penjelasan tersebut, Rasulullah SAW bersabda, “Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian.” Kemudian beliau berpuasa pada hari Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk melaksanakannya.
Dari peristiwa ini terdapat setidaknya tiga hikmah besar yang dapat dipetik oleh umat Islam.
1. Seluruh Nabi Membawa Risalah yang Sama
Ucapan Rasulullah SAW bahwa beliau lebih berhak terhadap Nabi Musa AS menunjukkan bahwa seluruh nabi dan rasul membawa ajaran yang bersumber dari Allah SWT. Sejak Nabi Adam AS hingga Nabi Muhammad SAW, semua mengajarkan tauhid, kepatuhan, dan ketundukan kepada Allah.
Islam pada hakikatnya adalah sikap berserah diri dan tunduk kepada Allah SWT. Nabi Muhammad SAW hadir sebagai nabi terakhir yang menyempurnakan risalah para nabi sebelumnya sesuai dengan kebutuhan umat manusia hingga akhir zaman.
2. Syukur Atas Nikmat dan Pertolongan Allah
Puasa Asyura juga mengajarkan pentingnya bersyukur atas setiap nikmat dan pertolongan yang Allah berikan. Nabi Musa AS berpuasa sebagai ungkapan syukur karena telah diselamatkan dari kezaliman Firaun.
Dalam kehidupan sehari-hari, nikmat Allah hadir dalam berbagai bentuk. Ada yang berupa kesehatan, rezeki, keluarga yang harmonis, terbebas dari kesulitan, atau pertolongan saat menghadapi ujian hidup. Semua itu layak disyukuri dengan meningkatkan amal saleh.
Al-Qur'an juga mengajarkan bahwa ketika Allah memberikan karunia yang besar, manusia hendaknya membalasnya dengan ketaatan. Syukur tidak cukup hanya diucapkan dengan lisan, tetapi harus diwujudkan melalui peningkatan ibadah seperti salat, membaca Al-Qur'an, berpuasa, bersedekah, dan berbagai amal kebaikan lainnya.
3. Keutamaan Menghapus Dosa Setahun
Keistimewaan terbesar puasa Asyura adalah pahala yang sangat agung. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa puasa Asyura dapat menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah berlalu.
Para ulama menerangkan bahwa yang dimaksud adalah dosa-dosa kecil, sedangkan dosa besar tetap memerlukan taubat yang sungguh-sungguh sesuai tuntunan syariat.
Keutamaan ini menjadi hadiah besar dari Allah SWT yang hanya hadir sekali dalam setahun. Oleh karena itu, setiap Muslim hendaknya memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperbanyak ibadah dan memperbaiki diri.
Tanda keberhasilan seseorang dalam menjalankan puasa Asyura bukan hanya terletak pada pelaksanaan puasanya, tetapi juga pada perubahan perilaku setelahnya. Ia berusaha meninggalkan kebiasaan yang mengantarkannya kepada dosa dan terus menjaga dirinya dalam kebaikan.
Menyambut Asyura dengan Penuh Syukur
Puasa Asyura hukumnya sunnah, bukan wajib. Namun, di balik kesunnahannya tersimpan pesan yang sangat mendalam tentang ketauhidan, rasa syukur, dan harapan akan ampunan Allah SWT.
Semoga Allah SWT memberikan taufik dan kekuatan kepada kita untuk senantiasa istiqamah menjalankan syariat-Nya, memperbanyak amal saleh, dan meraih keberkahan melalui ibadah puasa Asyura.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....