Fenomena Bulan Muncul di Pagi Hari
- 14 Jul 2026 07:51 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Fenomena bulan muncul di pagi atau siang hari adalah peristiwa alam yang wajar. Hal ini terjadi karena bulan berada di atas cakrawala pada siang hari dan posisinya cukup dekat dengan bumi, sehingga cahaya pantulannya lebih terang daripada hamburan cahaya Matahari di atmosfer Bumi.
Ada penampakan yang unik di atas langit malam di mana bulan tampak lebih besar dan lebih terang dari biasanya pada awal November 2025. Fenomena tersebut disebut dengan Supermoon atau bulan purnama perigee. Last quarter moon juga dikenal sebagai bulan seperempat ketiga, terbit sekitar tengah malam dan terbenam sekitar tengah hari. Itulah yang membuat bulan bisa terlihat saat pagi hari, bahkan setelah matahari terbit.
Dengan kemunculan Pink Moon fenomena langit kembali menarik perhatian masyarakat di bulan April 2026, yaitu peristiwa bulan purnama yang memiliki nilai ilmiah sekaligus budaya. Walaupun namanya terdengar unik, fenomena ini sering disalah artikan oleh masyarakat luas.
Berbicara tentang bulan, kita tahu bahwa satelit alami bumi itu akan terlihat lebih jelas dan terang pada malam hari. Dalam kondisi tertentu, bulan juga akan terlihat pada sore hari, bahkan pagi hari ketika matahari sudah terbit. Bulan bisa terlihat ketika pagi hari, bahkan setelah matahari terbit ketika memasuki fase yang dinamakan last quarter moon.
Ada penampakan yang unik di atas langit malam di mana bulan tampak lebih besar dan lebih terang dari biasanya pada awal November 2025. Fenomena tersebut disebut dengan Supermoon atau bulan purnama perigee. Last quarter moon juga dikenal sebagai bulan seperempat ketiga, terbit sekitar tengah malam dan terbenam sekitar tengah hari. Itulah yang membuat bulan bisa terlihat saat pagi hari, bahkan setelah matahari terbit.
Dengan kemunculan Pink Moon fenomena langit kembali menarik perhatian masyarakat di bulan April 2026, yaitu peristiwa bulan purnama yang memiliki nilai ilmiah sekaligus budaya. Walaupun namanya terdengar unik, fenomena ini sering disalah artikan oleh masyarakat luas.
Pink Moon merupakan fase bulan purnama yang terjadi setiap bulan April dan dapat diamati dari berbagai wilayah, termasuk Indonesia. Pada tahun 2026, fenomena ini diperkirakan terjadi pada 1 hingga 2 April, dengan puncaknya sekitar 2 April pukul 09.11 WIB.
Faktor Penyebab Utama bulan bisa kelihatan di pagi hari .
- Peredaran Bulan: Bulan mengelilingi Bumi dan posisinya berubah-ubah. Saat fase tertentu (seperti last quarter atau bulan sabit tua/muda), Bulan terbit dan terbenam pada waktu siang hari.
- Kecerahan Atmosfer: Langit terlihat biru karena molekul udara menyebarkan cahaya biru Matahari. Cahaya Bulan sebenarnya tetap ada, tetapi sering "tenggelam" oleh cahaya Matahari yang menyebar.
- Posisi Sudut: Bulan tetap terlihat jelas saat pagi karena sudut posisinya memungkinkan pantulan cahayanya cukup kuat menembus langit biru yang mulai terang.
Variasi Fenomena yang Sering Muncul di Langit Pagi
- Bulan Sabit Tua: Menjelang fase bulan baru, bulan sabit tipis sering terlihat di ufuk timur sebelum Matahari terbit.
- Earthshine (Cahaya Da Vinci): Fenomena saat bagian gelap bulan sabit memantulkan cahaya redup dari Bumi, biasa terlihat jelas di langit subuh.
- Konjungsi: Peristiwa sejajarnya Bulan dengan planet terang seperti Venus atau bintang tertentu, yang kadang masih bisa diamati di langit pagi sebelum Matahari bersinar penuh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....