Empat Formula Pertolongan Allah dalam Kehidupan Sehari-hari

  • 17 Apr 2026 08:28 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Dalam program Mimbar Islam Pro1 RRI Malang, Ustazah Ernawati, S. Ag., mengingatkan bahwa setiap manusia pada hakikatnya adalah hamba yang lemah dan selalu membutuhkan pertolongan Allah Subhanahu Wata'ala dalam setiap aspek kehidupan. Ia menyampaikan bahwa pertolongan Allah tidak selalu datang secara langsung.

Ustazah menjelaskan pertolongan tersebut seringkali datang melalui perantara sesama manusia. Oleh karena itu, kepedulian sosial menjadi bagian penting dalam kehidupan seorang muslim.

“Allah menetapkan sunatullah, bahwa pertolongan dari langit seringkali turun melalui tangan-tangan hamba-Nya di muka bumi,” ujarnya pada Kamis (16/4/2026).

Dalam kajiannya, Ustazah Ernawati mengutip hadis riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah yang menjelaskan bahwa Allah akan menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya. Hadis ini, menurutnya, mengandung empat formula penting yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Formula pertama adalah melapangkan kesusahan orang lain. Ia menjelaskan bahwa kesusahan yang dimaksud adalah kondisi yang menyesakkan dada, baik secara ekonomi maupun masalah kehidupan lainnya.

“Barang siapa melapangkan satu kesusahan seorang mukmin di dunia, maka Allah akan melapangkan kesusahannya di hari kiamat,” jelasnya.

Ia menambahkan, kepedulian terhadap sesama harus lahir dari rasa bahwa setiap mukmin adalah satu kesatuan. Hal ini layaknya anggota tubuh yang saling merasakan ketika salah satunya sakit.

Selanjutnya, formula kedua adalah memudahkan urusan orang lain. Menurutnya, setiap kebaikan yang dilakukan tidak hanya dibalas di akhirat, tetapi juga dapat dirasakan langsung di dunia.

“Barang siapa memudahkan urusan orang lain, maka Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan di akhirat,” ungkapnya.

Ia juga mengaitkan hal ini dengan firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 280 yang menganjurkan untuk memberikan kelonggaran kepada orang yang sedang kesulitan. Bahkan Islam mendorong untuk mengikhlaskan utang sebagai bentuk sedekah.

Formula ketiga yang disampaikan adalah menutupi aib sesama muslim. Ustazah Ernawati menyoroti fenomena di era digital saat ini, di mana banyak orang justru mengumbar kekurangan orang lain, bahkan menjadikannya sebagai konten.

“Barang siapa menutupi aib saudaranya, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa membuka aib orang lain berpotensi menjadi sebab terbukanya aib diri sendiri di kemudian hari. Penting tentunya untuk menjaga etika dan akhlak dalam berinteraksi, terutama di media sosial.

Adapun formula keempat adalah menjadi penolong bagi sesama. Ia menekankan bahwa dalam kondisi kehidupan yang penuh tantangan saat ini, kepedulian sosial sangat dibutuhkan, terutama bagi mereka yang mengalami kesulitan ekonomi.

“Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya,” katanya.

Menurutnya, dengan membantu sesama secara ikhlas, seseorang akan mendapatkan kemudahan dalam berbagai urusan hidupnya serta pertolongan dari Allah.

Di akhir kajiannya, Ustazah Ernawati berharap agar masyarakat dapat mengamalkan keempat konsep tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian harapannya akan memperoleh kemudahan, keberkahan, serta pertolongan dari Allah, baik di dunia maupun di akhirat.

“Semoga kita senantiasa diberikan kelapangan rezeki, kesehatan, dan keberkahan umur, sehingga bisa terus berbuat kebaikan,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....