Syawal Jadi Ujian Konsistensi Ibadah dan Kepedulian Sosial
- 07 Apr 2026 18:41 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Memasuki pertengahan bulan Syawal, umat Muslim diingatkan bahwa fase setelah Ramadan justru menjadi ujian sesungguhnya dalam menjaga kualitas keimanan dan akhlak. Hal ini disampaikan oleh Ustazah Dewi Latifah dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Malang, Minggu (5/4/2026).
Menurutnya, Ramadan merupakan bulan pembinaan yang melatih kedisiplinan, baik dalam ibadah maupun kehidupan sehari-hari. Selama satu bulan penuh, umat Muslim dibiasakan mengatur pola makan, menahan diri, memperbanyak ibadah, hingga membangun kebiasaan bangun di malam hari.“
Yang sebelumnya tidak terbiasa bangun malam, menjadi terbiasa. Yang jarang ke masjid, mulai rajin salat berjamaah dan tarawih. Ini adalah proses pembentukan diri,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa nilai Ramadan tidak berhenti saat bulan tersebut berakhir. Justru, keberhasilan seseorang dalam menjalani Ramadan dapat dilihat dari konsistensinya setelah memasuki bulan Syawal.
“Syawal itu artinya peningkatan. Maka yang sudah dilatih selama Ramadan harus dipertahankan, bukan ditinggalkan,” jelasnya.
Selain hubungan dengan Allah, Ustazah Dewi Latifah juga menekankan pentingnya menjaga hubungan antar sesama manusia. Momentum Syawal identik dengan silaturahmi, anjangsana, dan saling berkunjung, yang menjadi sarana mempererat kembali tali persaudaraan.
Dalam hadits sahih disebutkan bahwa seseorang tidak akan masuk surga jika memutus hubungan silaturahmi. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga hubungan kekerabatan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, dalam riwayat sahabat Ali bin Abi Thalib disebutkan bahwa tidak ada dosa yang lebih pantas disegerakan balasannya di dunia selain perbuatan zalim dan memutus tali silaturahmi.
Ia juga mengingatkan agar umat Muslim menjauhi sikap saling menyakiti serta terus berbakti kepada kedua orang tua sebagai bagian dari akhlak yang harus dijaga setelah Ramadan.
“Segerakan menyambung silaturahmi, hindari kezaliman, dan jangan durhaka kepada kedua orang tua,” pesannya.
Melalui momentum Syawal ini, masyarakat diharapkan tidak hanya mempertahankan kualitas ibadah, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial, sehingga nilai-nilai Ramadan benar-benar melekat dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....