Empat Langkah agar Istikamah Pasca-Ramadan

  • 07 Apr 2026 16:47 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Ramadan menjadi momen bagi umat muslim untuk belajar, menjaga diri untuk menjadi orang saleh dan baik. Menjadi hamba Allah yang baik tidak hanya saat ramadan tapi berkesinambungan.

Allah Swt bersabda dalam QS Hud ayat 112, “Maka, tetaplah (di jalan yang benar), sebagaimana engkau (Nabi Muhammad) telah diperintahkan. Begitu pula orang yang bertobat bersamamu. Janganlah kamu melampaui batas! Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”

Dalam dialog bersama RRI Samarinda, Ustaz KH. M. Khozin menjelaskan, setelah usai ramadan yang penuh keberkahan maka sebaiknya konsisten dan kontinu menjalankan perintah Allah Swt. "Hal tersebut sesuai dengan apa yang disabdakan Rasulullah Saw, amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit,“ ucap Ustaz Khozin pada Selasa 7 April 2026.

Ustaz Khozin memaparkan, setidaknya ada empat langkah yang bisa dilakukan agar tetap istikamah pasca ramadan yaitu, jangan pernah meninggalkan amalan wajib, rutinkan amal sunah yang ringan, berteman dengan orang saleh dan tidak pernah lupa berdoa pada Allah Swt.

Langkah pertama jangan pernan meninggalkan amalan wajib. Amalan yang Allah wajibkan kepada setiap musilim jangan sampai ditinggalkan disia-siakan atau dikerjakan di luar waktu yang ditentukan. “Diantara kewajiban utama adalah menjaga salat lima waktu secara istikamah," kata Ustaz Khozin.

Menjaga rutinitas amal sunah meskipun ringan adalah menjadi langkah kedua agar tetap istikamah pasca ramadan akan membuat ibadah pada Allah akan terjaga. Ustaz Khozin mengingatkan agar tetap melakukan amal sunah meskipun sedikit namun konsisten dibanding melakukan amalan besar namun jarang melakukannya.

Langkah ketiga adalah berteman dengan orang saleh. “Teman memiliki pengaruh yang sangat besar, jangan sampai teman menyeret ke jurang bahaya. Jika tidak mampu menyamai kesalehan mereka, minimal kita akan mendapat keberkahan,“ ucap Ustaz Khozin.

Rasulullah Saw bersabda, "Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk seperti penjual minyak wangi dan pandai besi". Berteman dengan penjual minyak wangi akan membuat kita ikut wangi, sedangkan berteman dengan pandai besi bisa memercikkan api atau memberikan bau tidak sedap.”

Langkah keempat, tidak pernah lupa berdoa pada Allah. Seperti halnya firman Allah Swt dalam QS Ghafir ayat 60, “Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.”

“Seseorang tidak akan menjadi istikamah tanpa taufik dari Allah Swt. Bangun semangat untuk menjadi lebih baik dan banyak memohon untuk menjadi hamba yang baik," ucap Ustaz Khozin, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....