Syawal, Bulan Meningkatkan Kualitas Ibadah
- 11 Apr 2026 08:29 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Ramadan telah berakhir, dan tibalah bulan Syawal. Namun apakah nilai Ramadan masih menetap dalam diri? Baik itu semangat ibadah dan kebaikan perilaku.
Syawal berasal dari kata syala yang artinya meningkat. Kepada RRI, Ustaz Sufyan Sauri mengatakan, maka seharusnya ibadah di bulan Syawal seharusnya lebih meningkat. “ Menurut ulama Salaf, tanda diterima kebaikan adalah akan ada kebaikan menyusul setelahnya. Maka ketika Ramadan rajin salat berjamaah maka di bulan Syawal semakin meningkat, “ ucap Ustaz Sufyan.
Bulan Syawal juga menjadi waktu menyempurnakan puasa di bulan Ramadan dengan berpuasa 6 hari. “ Ketika Ramadan pahala dilipatgandakan sepuluh kali, maka ketika melengkapinya dengan puasa Syawal, seorang hamba bisa mendapatkan pahala setahun puasa, “ kata Ustaz Sufyan.
Tidak hanya itu, makna lain dari bulan Syawal adalah dimensi saling memaafkan, menghapus penyakit dari kedengkian. Sebuah Hadits yang diriwayatkan Oleh Ahmad dan An-Nasa’i,Anas bin Malik. Seorang laki-laki Anshar yang dijamin masuk surga oleh Rasulullah SAW karena amalan hatinya yang bersih, bukan ibadah sunnah yang berlebihan. Laki-laki tersebut tidak memiliki dendam, hasad, atau niat jahat kepada siapa pun sebelum tidur, dan terbiasa memaafkan kesalahan orang lain.
Makna Syawal lainnya adalah istikamah dalam beribadah dan berbuat kebaikan. Ustaz Sufyan mengatakan ujian yang sesungguhnya adalah di bulan Syawal, “ Jangan biarkan masjid – masjid sepi dari salat berjamaah, jangan biarkan Al Qur’an berdebu dalam rak rumah kita, “ ucap Ustaz Sufyan.
“ Mari kita gunakan kesempatan di bulan Syawal ini dengan meningkatkan kualitas ibadah, menyempurnakan puasa dan meningkatkan persaudaraan. Semoga Allah senantiasa mengiringi kita untuk senantiasa berada dalam kebaikan, “ kata Ustaz Sufyan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....