Bedah Lima Pilar Utama Ekonomi Islam

  • 06 Apr 2026 20:44 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Ustaz Suwoko dari Muhammadiyah Kota Samarinda memaparkan secara mendalam mengenai pilar-pilar ekonomi Islam yang menjadi fondasi kesejahteraan umat.

Ustaz Suwoko menjelaskan, ekonomi Islam kini menjadi topik yang sangat relevan di kancah global. Menurutnya, konsep dasar ekonomi Islam bukan sekadar aturan teknis, melainkan kerangka kerja yang mengatur perilaku individu hingga negara berdasarkan nilai etika dan moral yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Sunnah.

Pilar pertama yang ditekankan adalah Tauhid. Ustaz Suwoko menyebutkan, segala sesuatu di alam semesta, termasuk harta benda, adalah milik Allah Swt. Manusia hanyalah pemegang amanah yang harus mengelola sumber daya tersebut dengan penuh integritas. Ia menegaskan tanggung jawab moral hamba kepada Allah Swt dalam setiap aktivitas ekonomi.

"Dalam konteks ekonomi tauhid mengajarkan bahwa manusia harus mengelola sumber daya yang dimilikinya dengan penuh kesadaran akan tanggung jawab moralnya kepada Allah. Prinsip ini mendorong individu untuk menjalankan aktivitas ekonomi dengan integritas penuh kejujuran dan sikap rendah hati," ujar Ustaz Suwoko, dikutip dalam Dialog RRI Samarinda pada Selasa 7 April 2026.

Pilar kedua adalah keadilan dan keseimbangan sosial, yang menuntut distribusi kekayaan yang merata melalui zakat dan infak. Hal ini disusul dengan pilar ketiga dan keempat, yaitu larangan riba serta larangan gharar (ketidakpastian). Larangan ini bertujuan untuk mencegah eksploitasi dan menjaga stabilitas ekonomi agar terhindar dari krisis keuangan yang sering melanda sistem konvensional.

Pilar terakhir adalah pengakuan atas kepemilikan pribadi dan hak waris. Meskipun Islam mengakui hak individu atas harta, kepemilikan tersebut tetap dipandang sebagai amanah yang harus dikelola secara bijaksana. Distribusi harta melalui warisan juga diatur secara adil agar kekayaan tidak menumpuk pada segelintir orang saja.

"Dengan menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan etika dalam ekonomi masyarakat akan mendapatkan mengalami dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan. Prinsip-prinsip seperti integritas kejujuran dan tanggung jawab moral membentuk dasar yang kuat untuk pembangunan ekonomi yang berkelanjutan," katanya.

Dampak dari penerapan lima pilar ini diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan secara menyeluruh dan mengentaskan kemiskinan. Ustaz Suwoko berharap prinsip-prinsip ini dapat menjawab tantangan ekonomi modern serta mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....