Kolaborasi Komunitas Pangempang Kembangkan Ekowisata Pesisir

  • 30 Mar 2026 15:15 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Kolaborasi antara Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pesona Pangempang dan komunitas konservasi terus memperkuat upaya pelestarian pesisir di Muara Badak, Kalimantan Timur. Sinergi ini tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga mengembangkan potensi ekowisata berbasis masyarakat.

Perwakilan Kompak Cakrawala Pesisir, M. Fahrian Akbar, menjelaskan kolaborasi dilakukan sejak tahap eksplorasi potensi wisata. “Kami biasanya mengeksplorasi bersama. Jika ada potensi baru seperti lokasi konservasi, kami informasikan dan kembangkan bersama Pokdarwis,” ujarnya kepada RRI, dikutip Senin 30 Maret 2026.

Ia mencontohkan penemuan lokasi konservasi penyu di kawasan Tanjung Pude yang sebelumnya belum banyak diketahui masyarakat. “Awalnya banyak yang tidak percaya ada penyu bertelur di sana, padahal itu sudah terbukti,” kata Fahrian.

Ia juga menekankan larangan penggunaan alat tangkap ilegal yang merusak lingkungan. “Penggunaan bom ikan, potasium, dan alat tangkap ilegal lainnya sangat berbahaya bagi terumbu karang dan mangrove,” ucap Fahrian.

Selain itu, edukasi tentang pentingnya mangrove juga menjadi bagian dari paket wisata. “Mangrove memiliki banyak manfaat, mulai dari tempat hidup biota laut hingga sumber makanan bagi satwa seperti bekantan,” ucap Fahrian.

Dalam pelaksanaannya, pengelola wisata juga memperhatikan aspek keselamatan dan kelestarian lingkungan. “Untuk aktivitas diving, wisatawan wajib memiliki lisensi selam. Jika tidak, kami hanya merekomendasikan snorkeling di lokasi tertentu,” ujar Fahrian.

Di sisi lain, Kompak aktif melakukan edukasi kepada masyarakat pesisir terkait pentingnya menjaga ekosistem laut. Fahrian mengatakan, salah satu fokusnya adalah mengurangi praktik penangkapan ikan berlebihan. “Kami mengedukasi bahwa penangkapan ikan harus dibatasi agar ekosistem tetap seimbang,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Pokdarwis Pesona Pangempang, Nurul Fatihah, menilai kolaborasi ini memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar. “Kami melakukan pendataan wisata setiap tahun dan melaporkannya ke dinas terkait, sehingga membantu pengembangan ekonomi masyarakat,” ucapnya.

Ia menambahkan, keberadaan Pokdarwis juga mendorong keterlibatan masyarakat sebagai pelaku usaha wisata. “Masyarakat sangat membantu kami, terutama dalam memberikan data jumlah pengunjung dan kebutuhan di lapangan,” ujar Nurul.

Kolaborasi ini juga melibatkan wisatawan dalam kegiatan pelestarian lingkungan. Nurul menjelaskan, wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga diajak berkontribusi langsung. “Kami menawarkan paket wisata yang memungkinkan wisatawan menanam mangrove sebagai bentuk kepedulian lingkungan,” ujarnya.

Bahkan, wisatawan mancanegara turut tertarik mengikuti program tersebut. “Ada turis dari Prancis yang mengambil paket lengkap, mulai dari menanam mangrove hingga snorkeling,” kata Nurul.

Melalui kolaborasi ini, kawasan pesisir Pangempang tidak hanya terjaga kelestariannya, tetapi juga berkembang sebagai destinasi ekowisata yang edukatif dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....