Bank Sampah Faperta Unmu Sambut HPSN 2026
- 18 Feb 2026 08:48 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Semangat menjaga kelestarian lingkungan kembali bergelora di kalangan akademisi Universitas Mulawarman (Unmul) menjelang peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 yang diperingati pada Sabtu 21 Februari 2026 mendatang.
Komunitas Bank Sampah Fakultas Pertanian (Faperta) Unmul yang dikelola mahasiswa, mengingatkan pentingnya penanganan polusi plastik di Kota Samarinda. Permasalahan tersebut dinilai berkontribusi terhadap banjir akibat penyumbatan aliran air, terutama di kawasan sungai.
Ketua HPSN 2026 Bank Sampah Faperta Unmul, Ahmadika Widi Kusuma, mengatakan komunitas ini hadir sebagai wadah akademisi yang peduli terhadap persoalan sampah di lingkungan masyarakat.
“Bank Sampah Faperta Unmul adalah komunitas akademisi yang dikelola mahasiswa sebagai perkumpulan orang-orang yang sadar dan peduli terhadap kondisi sampah yang saat ini menjadi persoalan mendesak di masyarakat,” ujarnya dalam program Green Radio Pro1 RRI Samarinda, Sabtu 7 Februari 2026.
Ia menilai kondisi geografis Samarinda sebagai kota yang dilalui banyak sungai membuat persoalan sampah plastik semakin krusial. Tumpukan sampah di aliran sungai kerap menjadi salah satu faktor yang memperparah banjir saat musim hujan.
Menurutnya, pengelolaan sampah plastik harus dilakukan secara lebih sistematis dan berkelanjutan untuk mencegah bencana musiman tersebut.
Sementara itu, Bendahara Bank Sampah Faperta Unmul, Amara Ratih Adibny, mengungkapkan capaian pada peringatan HPSN 2024. Saat itu, pihaknya berhasil mengumpulkan lebih dari 1,5 ton sampah. “Pada HPSN 2024, sampah yang berhasil kami kumpulkan sekitar 1,5 ton lebih,” katanya.
Pada HPSN 2026, rangkaian kegiatan akan dibuat lebih variatif. Selain talkshow edukatif, panitia juga menggelar kegiatan pengumpulan sampah yang dapat ditukarkan dengan sembako pada 21–22 Februari 2026.
Dengan dukungan dekanat dan pemerintah, Bank Sampah Faperta Unmul kini telah memiliki fasilitas gudang pemilahan serta alat pengepres sampah yang lebih memadai. Kehadiran komunitas ini diharapkan menjadi solusi nyata dalam pengelolaan sampah di lingkungan kampus dan masyarakat sekitar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....