Cara Bersyukur di tengah Ujian
- 13 Feb 2026 09:01 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Ujian hidup merupakan keniscayaan yang tidak bisa dihindari setiap manusia. Dalam perspektif Islam, setiap cobaan diyakini sebagai bagian dari ketetapan Allah SWT yang mengandung hikmah dan tujuan kebaikan bagi hamba-Nya.
Di tengah berbagai tekanan hidup, mulai dari persoalan ekonomi, kesehatan, hingga keluarga, seorang Muslim dituntut untuk tetap berprasangka baik kepada Allah. Keyakinan bahwa setiap peristiwa berada dalam rencana terbaik-Nya menjadi fondasi agar hati tidak larut dalam keputusasaan.
Pelaksana Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kembayan, Deni Akbar, menegaskan bahwa sikap syukur tidak hanya relevan saat menerima nikmat, tetapi juga ketika menghadapi kesulitan. Menurutnya, justru dalam kondisi sulit kualitas iman seseorang benar-benar diuji.
“Bersyukur saat datangnya cobaan dari Allah adalah tanda kedewasaan iman. Kita yakin di balik setiap ujian pasti ada hikmah dan kebaikan yang sedang Allah siapkan,” ujarnya dalam Obrolan Mutiara Pagi RRI Entikong – Sanggau, Jumat 13 Februari 2026.
Ia menjelaskan, dalam ajaran Islam, cobaan kerap menjadi jalan penghapus dosa dan sarana meninggikan derajat hamba di sisi Allah. Karena itu, sikap sabar dan syukur harus berjalan beriringan agar hati tetap tenang dan tidak mudah goyah.
Menurut Deni, bentuk syukur saat menghadapi ujian dapat diwujudkan melalui konsistensi dalam ibadah, memperbanyak doa, serta menjaga lisan dari keluhan berlebihan. Dengan cara tersebut, seseorang akan lebih mudah menemukan pelajaran berharga di balik setiap kesulitan.
| Baca juga: Menumbuhkan Syukur dan Sabar Sehari-hari |
Ia menilai masih banyak orang yang mampu bersyukur ketika mendapat kelapangan rezeki dan kesehatan, namun goyah saat diuji. “Padahal justru saat kita berada dalam kesempitan, di situlah kualitas syukur dan keimanan benar-benar terlihat,” tegasnya.
Lebih jauh, Deni mengingatkan bahwa ujian bukanlah bentuk kebencian Allah kepada hamba-Nya. Sebaliknya, cobaan adalah proses pendidikan Ilahi untuk membentuk ketangguhan, kedewasaan spiritual, serta mendekatkan manusia kepada Sang Pencipta.
“Mari kita belajar bersyukur bukan hanya saat bahagia, tetapi juga saat diuji, karena di sanalah Allah sedang menyiapkan kebaikan yang lebih besar untuk kita,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....