SMAN Maurole Rawat Budaya Melalui Seni Tari
- 16 Jul 2026 15:41 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende –Ekstrakurikuler Seni Tari SMAN Maurole terus membuktikan bahwa pelestarian budaya dapat dimulai dari lingkungan sekolah. Melalui pembinaan yang konsisten, kelompok ini tidak hanya melahirkan penampil di berbagai ajang, tetapi juga menumbuhkan generasi muda yang bangga terhadap identitas budaya Nusa Tenggara Timur.
Guru pendamping Ekstrakurikuler Seni Tari SMAN Maurole, Elda Waton, mengatakan kelompok tersebut telah berkembang sejak sekolah berdiri pada 2005. Berawal dari inisiatif guru yang melihat potensi seni para siswa, tim tari kemudian menjadi salah satu ekstrakurikuler unggulan yang aktif tampil pada kegiatan masyarakat, perlombaan tingkat kecamatan hingga kabupaten.
Menurut Elda, tantangan terbesar bukan terletak pada minat siswa, melainkan keterbatasan fasilitas. Jarak tempat tinggal siswa yang berjauhan, keterbatasan transportasi, hingga minimnya koleksi kostum sering menjadi hambatan saat mempersiapkan penampilan.
Meski demikian, latihan rutin setiap Jumat dan latihan intensif menjelang perlombaan tetap dijalankan dengan dukungan penuh sekolah serta orang tua tanpa mengganggu kegiatan belajar mengajar. Semangat para anggota menjadi kekuatan utama tim ini.
| Baca juga: Peserta Apresiasi Festival Lamaholot 2026 |
Fargas mengaku bergabung karena ingin mempelajari beragam tarian tradisional dari berbagai daerah di NTT. Sementara Icha mengatakan pengalamannya mengikuti lomba tari sejak SMP membuatnya semakin mencintai seni tari, sedangkan Marga bercita-cita menjadi guru seni tari agar budaya daerah terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Pengalaman tampil di berbagai kegiatan juga membentuk mental para siswa. Fargas mengingat proses latihan yang berlangsung di bawah terik matahari saat mempersiapkan Tari Hegong untuk penyambutan Uskup menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Baginya, kelelahan selama latihan terbayar ketika mampu memberikan penampilan terbaik di hadapan masyarakat.
Ke depan, SMAN Maurole menargetkan memiliki sanggar tari dan perlengkapan kostum yang lebih lengkap agar pembinaan berlangsung lebih optimal. Elda menegaskan bahwa belajar budaya tidak cukup melalui teori, tetapi harus diwujudkan lewat praktik seni sehingga generasi muda mampu menjaga warisan budaya sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....