CSR Bangun Infrastruktur Dharmasraya Capai Rp31,55 Miliar

  • 16 Jul 2026 04:19 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menerapkan skema pembiayaan inovatif (innovative financing) melalui pemanfaatan program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur. Melalui pendekatan tersebut, pemerintah daerah berhasil menghimpun komitmen pembangunan senilai Rp31,55 miliar sepanjang 2026.

Skema pembiayaan itu diterapkan sebagai strategi untuk menjaga keberlanjutan pembangunan di tengah kebijakan efisiensi anggaran dan keterbatasan ruang fiskal daerah. Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menggandeng perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut agar pembangunan infrastruktur dasar tetap berjalan tanpa bergantung sepenuhnya pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Komitmen pembangunan melalui program CSR diwujudkan dalam pembangunan dan rehabilitasi sembilan ruas jalan di berbagai wilayah Kabupaten Dharmasraya. Beberapa di antaranya meliputi peningkatan Jalan Pinang Makmur–PT Bina, Jalan Batu Kangkung–Lubuk Besar, Jalan Abai Siat–Batas Solok Selatan/Koto Gadang, hingga pembangunan Jalan Lingkar Sopan Jaya serta rehabilitasi jalan menuju Sport Center Dharmasraya dan SMK Negeri 1 Koto Padang.

Terbaru, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya kembali menjalin kerja sama dengan enam perusahaan untuk pembangunan infrastruktur melalui program CSR senilai sekitar Rp6,6 miliar. Kesepakatan tersebut melibatkan PT Hamparan Kemilau Indah, PT Dharmasraya Sawit Lestari, PT Dharmasraya Lestarindo, PT Sumbar Andalas Kencana, PT Andalas Wahana Berjaya, serta satu perusahaan mitra lainnya.

Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, mengatakan pembangunan tidak dapat hanya mengandalkan APBD, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah. Menurutnya, pemerintah daerah harus menghadirkan berbagai terobosan melalui skema pembiayaan inovatif dengan mengoptimalkan seluruh potensi yang tersedia.

"Kami tidak ingin keterbatasan fiskal menjadi alasan tertundanya pembangunan. Karena itu, kami membangun kolaborasi dengan dunia usaha melalui skema pembiayaan inovatif agar kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat tetap dapat dipenuhi," ujar Annisa, Kamis, 15 Juli 2026.

Ia berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dan dunia usaha terus berkembang sehingga semakin banyak pembangunan yang dapat diwujudkan melalui program CSR. Menurutnya, kolaborasi tersebut merupakan bentuk gotong royong dalam mewujudkan pembangunan yang merata, berkelanjutan, serta memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Dharmasraya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....