Rumah Belajar Novaloka Dampingi Puluhan Anak Prasejahtera

  • 14 Jul 2026 15:37 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang- Kepedulian terhadap dua anak yang tidak mengenyam pendidikan menjadi titik awal berdirinya Rumah Belajar Novaloka di Surabaya. Kini, komunitas pendidikan tersebut telah mendampingi puluhan anak dari keluarga prasejahtera melalui program pembelajaran dan pengembangan karakter.

Founder Rumah Belajar Novaloka, Andri Sulistiyono, mengatakan Novaloka berdiri pada September 2025 setelah dirinya menemukan dua anak di kawasan Pakis Gunung, Surabaya, yang tidak bersekolah.

"Saya melihat dua anak ini tidak sekolah. Akhirnya saya menyewa rumah kontrakan sekitar Rp1 juta per bulan untuk mendirikan Rumah Belajar Novaloka," ujar Andri dalam Dialog Interaktif Sore Ceria Pro 2 RRI Malang, Rabu(13/7/2026).

Menurutnya, Novaloka tidak hadir sebagai pengganti sekolah formal, melainkan menjadi tempat pendampingan bagi anak-anak, terutama dalam membangun karakter, minat, bakat, dan empati.

"Kami tidak fokus pada akademik. Kami ingin menyempurnakan apa yang mungkin belum didapatkan anak di sekolah, terutama karakter, minat bakat, dan bagaimana mereka bisa menghargai satu sama lain," katanya.

Andri menjelaskan sasaran utama Novaloka adalah anak-anak dari keluarga marginal yang menghadapi berbagai persoalan, mulai dari keterbatasan ekonomi, anak yatim piatu, hingga lingkungan sosial yang kurang mendukung pendidikan.

Meski baru berjalan kurang dari setahun, jumlah peserta didik sempat mencapai sekitar 45 anak. Selama perjalanan tersebut, Novaloka juga harus berpindah lokasi sebanyak tiga kali karena berbagai kendala.

Kini kegiatan belajar berlangsung di kawasan Pakis Tirto Sari, Surabaya, sambil terus membuka peluang kolaborasi agar semakin banyak anak prasejahtera memperoleh kesempatan belajar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....