Gaya Hidup Minim Sampah Harus Dimulai dari Rumah

  • 13 Jul 2026 11:15 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Upaya mengurangi persoalan sampah di Indonesia perlu dimulai dari lingkungan terkecil, yakni rumah tangga. Meski pengelolaan sampah dalam skala besar menjadi tanggung jawab pemerintah, masyarakat memiliki peran penting melalui kebiasaan sederhana seperti memilah sampah dan mengurangi penggunaan barang sekali pakai.

Hal tersebut disampaikan Praktisi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga, Rachmah Inayah, dalam Dialog Green Radio RRI Malang, Sabtu (11/7/2026), yang mengangkat tema Memulai Gaya Hidup Minim Sampah dari Rumah.

Menurut Rachmah, persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Masyarakat dapat memulai dari kebiasaan sederhana di rumah, kemudian menularkannya kepada anggota keluarga hingga lingkungan sekitar.

"Kalau setiap rumah sudah mulai bergerak mengatasi sampahnya sendiri, tentu akan lebih mudah menciptakan perubahan yang lebih besar," ujarnya.

Rachmah menjelaskan, berdasarkan data nasional, timbunan sampah Indonesia pada 2025 mencapai sekitar 31 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut, sekitar 57 persen berasal dari sampah rumah tangga. Namun, hanya sekitar sepertiganya yang berhasil dikelola melalui bank sampah, komposting, maupun bentuk pengolahan lainnya.

Ia menilai masih banyak masyarakat yang memiliki pola pikir bahwa persoalan sampah sepenuhnya menjadi urusan pemerintah setelah membayar iuran kebersihan. Padahal, kebiasaan tersebut justru membuat volume sampah terus meningkat.

Untuk memulai gaya hidup minim sampah, Rachmah menyarankan masyarakat membawa tas belanja sendiri saat berbelanja serta membawa botol minum isi ulang ketika beraktivitas di luar rumah. Menurutnya, dua langkah sederhana tersebut mampu mengurangi penggunaan plastik sekali pakai secara signifikan apabila dilakukan secara konsisten.

"Selain itu, masyarakat juga dapat mulai memilah sampah organik dan anorganik di rumah. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos menggunakan pot, komposter sederhana, hingga komposter elektrik sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing," tambahnya.

Rachmah juga mengingatkan pentingnya menghabiskan makanan yang telah diambil atau dimasak agar tidak menambah volume sampah organik yang sebenarnya masih bisa dihindari. Ia berharap kesadaran masyarakat terus tumbuh sehingga pengurangan sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama yang dimulai dari rumah masing-masing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....