Pentingnya Konsistensi Mutu dan Kalibrasi Alat bagi UMKM

  • 08 Jul 2026 21:08 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Konsistensi kualitas produk menjadi kunci utama bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kalimantan Timur untuk membangun loyalitas konsumen di tengah persaingan pasar digital yang kian ketat. Kualitas produk yang stabil bukan sekadar pemenuhan standar formal, melainkan sebuah investasi jangka panjang guna menumbuhkan kepercayaan yang berujung pada pembelian berulang oleh pelanggan.

Dalam program Ekonomi Digital di Pro1 RRI Samarinda, Penguji Mutu Barang Ahli Madya UPTD BPSMB Disperindagkop dan UKM Kaltim, M. Nur Jamaluddin, menekankan bahwa definisi produk berkualitas sangat erat kaitannya dengan kepatuhan terhadap standar tertentu. Regulasi maupun keinginan pelanggan merupakan parameter utama yang membentuk kualitas tersebut sejak awal proses produksi.

Sektor UMKM lokal, seperti industri kerajinan kuliner khas amplang, dituntut untuk mampu mempertahankan mutu produknya dari waktu ke waktu. Ketika seorang konsumen mendapati rasa, tekstur, dan penampilan produk tidak berubah pada pembelian kedua dan seterusnya, maka ikatan loyalitas antara konsumen dan produsen akan terbentuk secara alami.

"Produk berkualitas itu adalah produk yang memenuhi standar tertentu. Jadi, kita tidak hanya berjualan produk, yang menjadi dasar salah satunya adalah kepercayaan. Kepercayaan itu muncul dari produk yang berkualitas. Ketika konsumen percaya dengan produk yang dibeli, maka dia akan loyal dengan melakukan pembelian secara berulang," ujar Jamaluddin dikutip Rabu, 8 Juli 2026.

Ia memaparkan, menjaga kualitas tidak boleh dilepaskan dari pengawasan ketat terhadap seluruh elemen produksi, mulai dari seleksi bahan baku, prosedur pengolahan, hingga keandalan alat ukur yang digunakan. Banyak pelaku usaha yang kerap mengabaikan performa alat timbang maupun pengukur suhu yang mereka miliki dalam operasional sehari-hari.

Penurunan akurasi alat ukur seiring waktu pemakaian merupakan hal yang lumrah terjadi. Oleh karena itu, langkah teknis seperti pengujian berkala dan kalibrasi alat ukur mutlak diperlukan agar ukuran atau porsi yang tertuang dalam standar prosedur operasional (SOP) perusahaan tetap terjaga dengan akurat tanpa mengubah karakteristik produk akhir.

"Seiring berjalannya waktu timbangan itu mengalami penurunan performance. Nah, harusnya dilakukan pengecekan dengan cara kalibrasi sehingga dia akan konsisten menimbang di angka 50, sehingga tidak akan merubah konsistensi dari produk yang dibuat oleh pelaku usaha," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....